Konstruksi FPSO North Hub Dimulai, Proyek Gas Laut Dalam Kaltim Masuk Tahap Penting

SKK Migas
Proyek pengembangan gas laut dalam ultra North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur memasuki fase konstruksi penuh. Jum'at (14/8/2026).

Jakarta, Gerbangkaltim.com — Proyek pengembangan gas laut dalam ultra North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur memasuki fase konstruksi penuh. Searah menandai tahapan tersebut melalui dua agenda penting, yakni pemotongan baja perdana untuk bagian topside FPSO dan peletakan lunas untuk pembangunan lambung kapal.

Pemotongan baja perdana berlangsung pada 23 Juli 2026 di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya fabrikasi topside atau bagian atas fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO).

Lima hari kemudian, pada 28 Juli 2026, pembangunan lambung FPSO memasuki tahapan berikutnya melalui seremoni peletakan lunas di fasilitas China Merchants Heavy Industry (CMHI), Jiangsu, China.

Dua pencapaian tersebut menjadi indikator penting perkembangan proyek North Hub yang ditargetkan menjadi salah satu pengembangan gas laut dalam paling strategis di Indonesia.

CEO Searah North Ganal, Mirko Araldi mengatakan, dimulainya konstruksi menunjukkan bahwa proyek tersebut telah memasuki fase nyata dalam pengembangan sumber daya gas nasional.

“Tonggak pencapaian ini tidak hanya menandai dimulainya tahap konstruksi, tetapi juga mencerminkan kemajuan nyata salah satu proyek pengembangan laut dalam ultra paling strategis di Indonesia,” ujar Mirko dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (14/8/2026).

Menurut dia, pelaksanaan proyek North Hub juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi secara aman, bertanggung jawab, dan efisien.

Mirko menambahkan, pengembangan North Hub mencerminkan keyakinan terhadap prospek energi Indonesia. Proyek tersebut, kata dia, sekaligus menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan sumber daya dengan tingkat kompleksitas tinggi melalui inovasi, kemitraan, dan penerapan standar rekayasa internasional.

“North Hub mencerminkan keyakinan kami terhadap masa depan energi Indonesia sekaligus ambisi untuk mengembangkan sumber daya yang kompleks melalui inovasi, kemitraan yang kuat, dan eksekusi berstandar kelas dunia,” katanya.

Dikembangkan di Laut Dalam Kaltim

North Hub berada di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Pengembangan proyek ini mencakup Lapangan Gehem dan penemuan gas Geng North.
Untuk mengembangkan kedua sumber gas tersebut, proyek dirancang dengan pengeboran 16 sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter.

Kondisi tersebut membuat pengembangan North Hub membutuhkan teknologi bawah laut dengan tingkat kecanggihan tinggi. Selain itu, sistem produksi harus memiliki tingkat keandalan tinggi untuk beroperasi di lingkungan laut dalam ultra.

Kompleksitas teknis itu menjadikan North Hub sebagai salah satu proyek pengembangan lepas pantai dengan tantangan rekayasa yang tinggi di Indonesia.

FPSO akan menjadi fasilitas utama dalam pengembangan tersebut. Kapal produksi generasi terbaru itu dirancang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (Bscfd).

Selain gas, FPSO tersebut diproyeksikan mampu menangani sekitar 80.000 barel kondensat per hari. Dengan kapasitas tersebut, FPSO North Hub diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas sejenis berkapasitas terbesar di dunia dan yang terbesar di Indonesia.

Perkuat Rantai Industri Gas

Pengembangan North Hub tidak hanya mencakup pembangunan fasilitas produksi lepas pantai. Proyek ini juga terhubung dengan penguatan infrastruktur pengolahan gas nasional melalui rencana reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang, Kalimantan Timur.

Reaktivasi tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa operasi salah satu fasilitas LNG utama Indonesia.

Dengan demikian, pengembangan North Hub tidak berhenti pada produksi gas di wilayah lepas pantai, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai industri gas nasional.

Dimulainya fabrikasi topside dan pembangunan lambung FPSO menjadi tahapan penting menuju penyelesaian fasilitas produksi. Kedua proses tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan hingga proyek mencapai target produksi perdana.

Tinggalkan Komentar