KPB dan Pertamina Trans Kontinental Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Operasional SPM Raksasa RDMP Balikpapan

Pertamina
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat sinergi di sektor maritim melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi guna mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) serta jetty yang menjadi bagian penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Rabu (10/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com— PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat sinergi di sektor maritim melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi guna mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) serta jetty yang menjadi bagian penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama KPB Bambang Harimurti dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK Eko Cahyadi di Balikpapan pada 5 Juni 2026.

Melalui kerja sama ini, PTK akan memberikan dukungan layanan operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB, mulai dari pemanduan kapal saat sandar dan lepas di fasilitas SPM, layanan operasional di New Jetty 6A, hingga pemeriksaan dan perawatan rutin infrastruktur.

Direktur Utama KPB Bambang Harimurti mengatakan, kolaborasi yang telah terjalin selama ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung operasional perusahaan. Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dapat berlanjut dan berkembang pada tahap berikutnya.

“Kilang Pertamina Balikpapan sangat terbantu atas layanan yang diberikan oleh PTK selama ini. Sinergi ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap selanjutnya, sehingga menghasilkan service continuity dan kerja sama yang semakin harmonis,” ujar Bambang.

Kerja sama tersebut menjadi semakin penting seiring dimulainya fase pengoperasian awal proyek RDMP Balikpapan. Salah satu infrastruktur strategis yang akan beroperasi adalah fasilitas tambat SPM berkapasitas 320.000 DWT yang berlokasi di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Fasilitas tersebut dirancang untuk melayani kapal tanker berukuran besar pengangkut minyak mentah yang kemudian dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe sebelum diproses di Kilang Balikpapan.
Plt Direktur Utama PTK Eko Cahyadi menjelaskan bahwa perusahaannya akan memberikan layanan kepelabuhanan dan marine dalam jangka panjang guna memastikan kelancaran aktivitas bongkar muat serta distribusi minyak mentah.

Menurut Eko, dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses sandar kapal hingga pengaliran minyak mentah ke fasilitas kilang.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated marine logistics, PTK siap menghadirkan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja yang maksimal, operational reliability, serta efisiensi operasional,” kata Eko.

Ia menambahkan, sinergi antar perusahaan di lingkungan Pertamina Group tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan dukungan infrastruktur maritim yang terintegrasi dan andal, operasional Kilang Balikpapan diharapkan mampu berjalan lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan pasokan energi nasional, terutama setelah proyek RDMP Balikpapan beroperasi secara penuh.

Tinggalkan Komentar