KPN Pengayoman Suntik Modal, Lapas Banjarmasin Siapkan Pembinaan Coffee Shop untuk Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pengayoman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memberikan dukungan permodalan untuk pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Selasa (13/10/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pengayoman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memberikan dukungan permodalan untuk pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian peminjaman modal antara KPN Pengayoman dan Seksi Giatja Lapas Banjarmasin, Selasa (13/10/2026).

Penandatanganan disaksikan Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah.

Akhmad Heriansyah mengatakan, dukungan permodalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat berbagai inovasi pembinaan di Lapas Banjarmasin.

Menurut dia, program pembinaan tidak hanya diarahkan pada aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga harus memberikan bekal yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.

“Saya mendukung program dari masing-masing seksi untuk terus berinovasi. Setiap inovasi diharapkan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” kata Akhmad Heriansyah.

Dia menilai pengembangan kegiatan kerja menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kemandirian karena warga binaan dapat memperoleh pengalaman sekaligus keterampilan yang lebih aplikatif.

Kasi Giatja Lapas Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan dana pinjaman dari KPN Pengayoman akan digunakan untuk mengembangkan sejumlah kegiatan pembinaan kerja di berbagai sektor.

Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembinaan melalui coffee shop. Program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan kerja yang berkaitan dengan pengelolaan usaha dan pelayanan.

“Peminjaman dana ini nantinya akan kita fokuskan untuk pembinaan kegiatan kerja dari berbagai sektor. Salah satu yang terbaru, kita merencanakan pembinaan kegiatan coffee shop,” ujar Bagus.

Ketua KPN Pengayoman Isnandar mengatakan keputusan memberikan pinjaman modal dilakukan setelah melihat perkembangan kegiatan kerja di Lapas Banjarmasin yang dinilai semakin pesat.

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian sehingga perlu diikuti dengan dukungan terhadap sarana dan kegiatan produktif.

“Kami melihat progres kegiatan kerja Lapas Banjarmasin sangat pesat. Ini menunjukkan adanya perubahan yang luar biasa dalam hal pembinaan kegiatan kerja. Oleh sebab itu, atas pertimbangan bersama, kami menyetujui peminjaman dana untuk pembinaan di Seksi Kegiatan Kerja,” kata Isnandar.

Akhmad berharap dukungan tersebut dapat memperluas kesempatan warga binaan untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha.

Dengan penguatan program kegiatan kerja, Lapas Banjarmasin mendorong pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas selama berada di dalam lapas, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar