Lapas Banjarmasin Cetak Calon Wirausaha Baru, Warga Binaan Kantongi Sertifikat Pelatihan Sablon

Lapas Banjarmasin
LAPAS Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui pelatihan sablon kepada warga binaan, Kamis (30/7/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – LAPAS Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, lembaga pemasyarakatan tersebut menyerahkan sertifikat kepada peserta pelatihan sablon yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan selama tiga kali pertemuan, Kamis (30/7/2026).

Program pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lapas Banjarmasin dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan.

Selain membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi, pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru dari lingkungan Lapas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi praktik penyablonan pada kaos, mug, hingga pembuatan lanyard kartu identitas. Seluruh materi disampaikan oleh instruktur dari Rumah Kaos Warna Banjarbaru, mulai dari pengenalan teknik sablon, penggunaan peralatan, hingga proses produksi.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu mandiri setelah menjalani masa pidana.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat, khususnya bagi warga binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Kami juga berharap pelatihan ini menjadi cikal bakal lahirnya produk UMKM baru dari Lapas Banjarmasin yang nantinya dapat dipromosikan kepada masyarakat luas,” ujar Akhmad Herriansyah.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kalapas didampingi Kepala Sub Seksi Sarana Kerja Agus Sugiyatno, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda, jajaran Seksi Kegiatan Kerja, serta Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafy Setya.

Salah seorang peserta pelatihan berinisial DY mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan menyablon yang dipelajari dapat menjadi modal untuk membuka usaha setelah bebas nanti.

“Ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat. Kami belajar menyablon kaos, mug, hingga membuat lanyard. Mudah-mudahan keterampilan ini menjadi bekal untuk membuka peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafy Setya, mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Menurut Rafy, semangat belajar yang ditunjukkan warga binaan menjadi modal penting untuk mengembangkan keterampilan produktif. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak peserta.

Melalui pelatihan ini, Lapas Banjarmasin berharap pembinaan tidak hanya menghasilkan warga binaan yang memiliki keterampilan kerja, tetapi juga mampu menciptakan produk-produk sablon yang memiliki nilai jual dan daya saing.

Ke depan, hasil karya tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan UMKM binaan Lapas sebagai bentuk dukungan terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Komentar