Lonjakan Konsumsi Gula Ancam Generasi Muda Balikpapan, DKK: Risiko Penyakit Kronis Makin Nyata
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menyoroti meningkatnya potensi penyakit tidak menular di kalangan generasi muda seiring tingginya konsumsi gula dan makanan olahan dalam keseharian.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, pola makan tidak sehat yang terbentuk sejak usia dini kini menjadi faktor utama yang mendorong munculnya berbagai penyakit kronis di usia produktif.
“Lingkungan keluarga menjadi kunci. Anak-anak sebaiknya tidak dibiasakan dengan minuman berpemanis atau makanan instan sejak kecil,” ujar Alwiati, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan produk kemasan secara berlebihan dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk meningkatkan risiko Diabetes Melitus dan gangguan organ vital.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya berhenti pada gangguan metabolisme, tetapi juga dapat berkembang menjadi Penyakit Ginjal Kronis yang membutuhkan penanganan serius seperti terapi cuci darah.
“Tanpa kontrol yang baik, kebiasaan ini bisa berlangsung lama dan berdampak serius pada kesehatan, salah satunya gangguan ginjal,” jelasnya.
Alwiati menambahkan, perubahan gaya hidup modern turut mempercepat peningkatan risiko tersebut. Akses yang semakin mudah terhadap makanan cepat saji dan minuman siap konsumsi membuat generasi muda semakin rentan terhadap pola makan tidak sehat.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Balikpapan mendorong gerakan “Hidup Manis Tanpa Gula” untuk mengajak masyarakat mengurangi asupan gula harian.
Program ini ditujukan untuk menekan angka kasus prediabetes sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
DKK Balikpapan juga mengimbau orang tua untuk mulai membiasakan anak mengonsumsi air putih serta makanan segar tanpa tambahan gula berlebih.
“Perubahan kecil yang dimulai dari rumah akan membawa dampak besar bagi kesehatan anak ke depan. Jangan sampai mereka menghadapi penyakit berat di usia muda,” tegas Alwiati.
Melalui kampanye yang terus digencarkan, DKK berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga pola makan, sehingga generasi muda dapat tumbuh lebih sehat dan terhindar dari ancaman penyakit kronis di masa mendatang. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
