Menteri Kehutanan Cek Karhutla Berau, OMC Dikebut
TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Kunjungan Raja Juli Antoni ke Berau dilakukan untuk melihat langsung perkembangan kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait.
Selain persoalan kebakaran, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan upaya perlindungan kawasan hutan dan habitat satwa liar. Salah satu perhatian khusus pemerintah adalah keberadaan habitat orangutan yang menjadi bagian penting dari keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur.
Raja Juli mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aktivis dan lembaga yang bergerak di bidang konservasi untuk memastikan satwa liar, khususnya orangutan, tetap terlindungi dari dampak kebakaran hutan.
“Terutama nanti dengan kawan-kawan aktivis yang cinta hidup, terutama orangutan. Kami ingin memastikan orangutan di Berau, terutama di Kalimantan Timur, bisa selamat dari karhutla,” ujar Raja Juli.
Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah konservasi bersama Conservation Action Network (KEN). Salah satu rencana yang dibahas yakni penyediaan kawasan preservasi yang dapat mendukung perlindungan habitat satwa serta upaya konservasi dalam jangka panjang.
Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi menjaga habitat orangutan, termasuk membuka peluang bagi proses pelepasliaran satwa apabila kondisi dan kajian konservasi memungkinkan.
OMC Jadi Andalan Datangkan Hujan
Di tengah upaya pemadaman karhutla, pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca. OMC menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memanfaatkan kondisi atmosfer ketika terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Raja Juli menyampaikan, operasi tersebut telah dilaksanakan di Berau selama dua hari dan direncanakan kembali dilakukan selama lima hari berikutnya. Pelaksanaan tetap bergantung pada keberadaan awan potensial yang memungkinkan operasi modifikasi cuaca dilakukan.
“Alhamdulillah di Berau ada awan. Kita sudah sepakat dengan kepala BNPB dan BMKG, selama ada awan yang berpotensi hujan, kita akan melakukan OMC,” katanya.
Menurutnya, keberadaan awan menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas pelaksanaan OMC. Karena itu, pemerintah akan memaksimalkan peluang yang tersedia untuk membantu mendatangkan hujan di kawasan yang membutuhkan.
“Jadi kita akan maksimalkan di Berau,” tegas Raja Juli.
Untuk saat ini, pemerintah masih menempatkan pemadaman sebagai prioritas utama. Pembahasan mengenai rehabilitasi kawasan terdampak akan dilakukan setelah kondisi kebakaran dapat dikendalikan.
“Kita sekarang masih pada tahap pemadaman. Setelah itu kita akan bicara bagaimana kita bisa memadamkan api dan juga mengantisipasi dampaknya,” ucapnya.
Pemkab Berau Gandeng Banyak Pihak
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan kehadiran Menteri Kehutanan menjadi momentum untuk memastikan kondisi karhutla sekaligus melihat secara langsung penanganan yang telah dilakukan di lapangan.
Menurut Sri, Pemkab Berau terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, BMKG, serta berbagai unsur lainnya. Koordinasi tersebut termasuk pemantauan kondisi awan sebagai bagian dari pelaksanaan OMC.
“Tujuan beliau adalah memastikan keadaan kebakaran hutan yang sedang terjadi. Saat ini rekan-rekan BNPB dan BPBD, termasuk BMKG, terus memastikan kondisi awan, sehingga sudah dilakukan operasi modifikasi cuaca,” jelas Sri Juniarsih.
Dukungan pemerintah pusat, menurutnya, diperoleh setelah Pemkab Berau berkomunikasi mengenai kebutuhan penanganan karhutla di wilayah tersebut. Salah satu dukungan yang diberikan berupa pengerahan pesawat untuk pelaksanaan OMC.
Sri mengatakan respons pemerintah pusat berlangsung cepat setelah dirinya menyampaikan kondisi Berau dan kebutuhan dukungan operasi.
“Saya langsung ditelepon BNPB pusat. Ditanyakan di sana yang lebih dekat yang mana, Kalsel, Kalbar atau Pratang. Saya jawab langsung Kalsel. Dua hari kemudian pesawat landing di sini,” ungkapnya.
Pesawat OMC tersebut kemudian menjalankan operasi selama beberapa hari. Pemkab Berau berharap upaya tersebut dapat membantu meningkatkan peluang turunnya hujan dalam beberapa hari ke depan.
“Hari ini sudah tiga hari, mudah-mudahan dalam lima hari ke depan upaya OMC dan hujan untuk Berau bisa berhasil,” harap Sri.
Rehabilitasi Hutan Disiapkan Setelah Api Padam
Pemkab Berau tidak hanya menyiapkan langkah penanganan saat kebakaran berlangsung. Setelah kondisi dinyatakan aman, pemerintah daerah juga akan mempersiapkan pemulihan kawasan hutan yang terdampak.
Sri Juniarsih mengatakan pemerintah daerah akan menggandeng perusahaan dan pihak ketiga untuk mendukung proses rehabilitasi kawasan yang mengalami kerusakan akibat karhutla.
“Pasti. Kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dan pihak ketiga untuk mengembalikan hutan yang hilang akibat karhutla tersebut,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkab Berau mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan pembakaran secara sengaja dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran dan berdampak terhadap kawasan hutan maupun lingkungan sekitar.
Sri menegaskan aparat penegak hukum akan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti sengaja membuka kawasan hutan dengan cara membakar.
“Kalau ada yang sengaja membuka hutan dengan membakar, itu akan ditindak oleh kepolisian,” pungkasnya.
Penanganan karhutla di Berau kini tidak hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah perlindungan habitat dan pemulihan kawasan, sementara OMC dimaksimalkan ketika kondisi atmosfer mendukung. Sinergi pemerintah pusat, daerah, aparat, masyarakat, dan lembaga konservasi menjadi bagian penting untuk menghadapi dampak kebakaran sekaligus menjaga kawasan hutan Berau.
Sumber: Pemkab Berau
BACA JUGA
