Pemkot Balikpapan Ajukan Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Nilai Proyek Diperkirakan Rp180 Miliar

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota Balikpapan mengajukan rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan Barat kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan setelah pertemuan antara Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta.

Wali Kota Balikpapan mengatakan, revitalisasi pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tradisional di kota tersebut.

“Kita sudah menyampaikan permohonan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur kepada Menteri Perdagangan. Alhamdulillah, usulan itu mendapat respons positif dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026) malam.

Menurut Rahmad, pembangunan fisik pasar nantinya akan dikerjakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara itu, pemerintah kota berperan memberikan rekomendasi dan menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan.

“Secara teknis nanti mekanismenya melalui Kementerian PUPR. Pemerintah kota memberikan rekomendasi dan melengkapi dokumen yang diperlukan agar prosesnya bisa dilanjutkan oleh pemerintah pusat,” kata Rahmad.

Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur kepada pemerintah pusat. Dalam dokumen tersebut, estimasi anggaran pembangunan pasar diperkirakan mencapai sekitar Rp180 miliar.

“DED-nya sudah kita serahkan. Dari perhitungan sementara, kebutuhan anggarannya sekitar Rp180 miliar. Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan karena dampaknya cukup besar bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Rahmad menambahkan, lahan Pasar Inpres Kebun Sayur merupakan aset milik Pemerintah Kota Balikpapan dengan luas sekitar 1,7 hektare. Area tersebut selama ini menjadi lokasi aktivitas perdagangan yang cukup padat dan menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat di Balikpapan Barat.

Ia juga memastikan bahwa rencana pembangunan pasar telah disosialisasikan kepada para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Menurut Rahmad, mayoritas pedagang mendukung revitalisasi karena diharapkan dapat menciptakan fasilitas pasar yang lebih nyaman, tertata, dan aman.

“Konsep bangunan pasar sudah kita sosialisasikan kepada para pedagang dan mereka pada prinsipnya mendukung. Harapannya, nanti pasar ini bisa menjadi lebih modern, tertata rapi, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli,” katanya.

Dari sisi ekonomi, Pasar Inpres Kebun Sayur dinilai memiliki potensi perputaran uang yang cukup besar. Berdasarkan data pemerintah kota, terdapat sekitar 599 pedagang yang menjalankan usaha di kawasan pasar tersebut.

Rahmad mengungkapkan, jika rata-rata omzet pedagang mencapai sekitar Rp17 juta per bulan, maka nilai transaksi yang terjadi di pasar tersebut cukup signifikan dalam mendukung ekonomi daerah.

“Kalau kita hitung secara sederhana, rata-rata omzet pedagang sekitar Rp17 juta per bulan dikalikan 599 pedagang. Perputaran ekonominya sangat besar. Dalam setahun nilainya bisa mencapai sekitar Rp3,1 triliun,” kata Rahmad.

Menurut dia, potensi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur. Dengan fasilitas yang lebih baik, aktivitas perdagangan diharapkan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini potensi ekonomi yang sangat baik. Karena itu kita berharap pembangunan pasar ini bisa segera terealisasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Balikpapan Barat,” ujar Rahmad. (HP/ Adv Kominfo Balikpapan).

 

Tinggalkan Komentar