Pemkot Balikpapan Catat Peningkatan Luas Tanam Usai Evaluasi Program Pertanian Gunung Binjai

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih bersama Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Andi M Yusri saat meninjau kawasan pertanian di Gunung Binjai Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (12/4/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pertanian di kawasan persawahan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan aksesibilitas lahan serta perluasan area tanam yang signifikan sepanjang tahun anggaran 2025.

Kegiatan evaluasi ini dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) melalui peninjauan langsung ke lapangan. Langkah tersebut bertujuan untuk mengukur efektivitas program yang telah dijalankan sekaligus melihat dampaknya terhadap produktivitas dan kondisi petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, sejumlah intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif. Ia menyoroti pembangunan infrastruktur sebagai faktor penting yang mendukung aktivitas pertanian.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan bahwa program yang sudah dilaksanakan benar-benar memberi dampak nyata di lapangan, baik dari sisi produksi maupun kemudahan akses bagi petani,” ujar Sri dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Salah satu program yang dinilai memberi dampak besar adalah pembangunan jalan usaha tani sepanjang sekitar dua kilometer. Infrastruktur tersebut kini mempermudah mobilitas petani menuju lahan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Menurut Sri, kondisi akses yang dahulu menjadi kendala utama kini telah berubah drastis.

“Dulu akses menuju sawah cukup sulit dan berisiko. Sekarang petani bisa menjangkau lahan dengan lebih cepat, aman, dan efisien,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, program rehabilitasi lahan juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan luas tanam. Dari sebelumnya sekitar 26 hektare, kini area tanam berkembang menjadi kurang lebih 40 hektare setelah perbaikan lahan seluas 14 hektare dilakukan.

Tak hanya itu, dukungan berupa bantuan sarana produksi seperti benih dan pupuk turut memperkuat aktivitas pertanian. Bantuan tersebut disalurkan secara rutin kepada kelompok tani guna menjaga keberlanjutan produksi.

Pemerintah kota juga memperkuat sistem irigasi melalui pembangunan jaringan air oleh dinas terkait. Keberadaan irigasi dinilai krusial dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan sepanjang musim tanam.

Sri menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor di lingkungan pemerintah daerah. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ke depan, kami akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar manfaat program ini bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Balikpapan optimistis sektor pertanian di kawasan Gunung Binjai dapat terus berkembang dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar