Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan MBG, Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi Siswa

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, melihat secara langsung proses pelaksanaan MBG di sekolah penerima manfaat. Salah satunya dilakukan saat dirinya mengunjungi SD Negeri 01 Balikpapan Barat, Selasa (11/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dan layak konsumsi.

Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, evaluasi dilakukan dengan melihat secara langsung proses pelaksanaan MBG di sekolah penerima manfaat. Salah satunya dilakukan saat dirinya mengunjungi SD Negeri 01 Balikpapan Barat, Selasa (11/8/2026).

“Kami melihat langsung bagaimana prosesnya, mulai dari makanan datang sampai dikonsumsi anak-anak. Ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Bagus.

Menurut Bagus, antusiasme siswa saat menerima makanan menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan program MBG mendapat respons positif. Ia melihat makanan yang dibagikan kepada siswa juga dikonsumsi hingga habis.

“Saya lihat anak-anak begitu ceria dan senang mendapatkan makan bergizi gratis. Makanannya juga habis. Ini menunjukkan program ini memang dibutuhkan dan diharapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Bagus menilai keberlanjutan MBG penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan asupan gizi anak sejak usia sekolah, kata dia, tidak hanya berdampak pada kondisi anak saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang.

“Harapannya program ini tetap diberikan dan manfaatnya bisa dirasakan anak-anak kita untuk lima sampai sepuluh tahun yang akan datang,” tuturnya.

Dua Dapur MBG Sudah Beroperasi

Pemkot Balikpapan juga terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG, terutama terkait penyediaan hingga distribusi makanan kepada peserta didik.

Bagus menyebut, saat ini terdapat dua dapur MBG yang sudah beroperasi. Sementara satu dapur lainnya telah menyelesaikan pembangunan dan tinggal menunggu kesiapan pengelola untuk mulai memberikan pelayanan.

“Dua dapur sudah beroperasi dan satu dapur proses pembangunannya sudah 100 persen. Tinggal menunggu ketua SPBG. Secara keseluruhan semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Meski pelaksanaan program sejauh ini berjalan baik, Bagus mengingatkan aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian utama. Ia meminta seluruh tahapan, mulai dari pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan, dilakukan sesuai prosedur.

“Keamanan makanan ini menjadi perhatian kita. Jangan sampai ada makanan yang basi atau kemudian menimbulkan risiko keracunan,” tegas Bagus.

Ia berharap koordinasi antara Pemkot Balikpapan, koordinator wilayah Badan Gizi Nasional, dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) semakin diperkuat.

Menurut Bagus, pengawasan secara berkelanjutan diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan program, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan keamanan makanan.

“Insyaallah risiko terkait keracunan maupun makanan yang basi ini bisa kita hilangkan,” katanya.

Pemkot Balikpapan juga mendorong dapur MBG yang belum beroperasi agar segera siap memberikan pelayanan. Dengan bertambahnya dapur yang aktif, cakupan penerima manfaat diharapkan semakin luas.

Bagi Pemkot Balikpapan, keberhasilan program MBG tidak berhenti pada tersedianya makanan di sekolah. Program tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan tumbuh optimal sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Balikpapan dalam jangka panjang. (HP/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar