Pemkot Samarinda Tuntaskan 142 Kios Pasar Segiri dalam Sebulan, Aktivitas Pedagang Kembali Pulih

Samarinda
Dok. Pemkot Samarinda

Gerbangkaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Segiri pascakebakaran yang terjadi pada Maret 2026 lalu. Hanya dalam waktu 30 hari sejak proses pembangunan dimulai awal April, sebanyak 142 kios sementara kini telah rampung dan siap digunakan para pedagang untuk kembali berjualan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung lokasi kios non permanen yang dibangun di area bekas kebakaran pada Senin (4/5/2026) sore. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus melihat progres penataan kawasan pasar yang menjadi salah satu pusat distribusi bahan pokok utama di Kota Samarinda.

Pembangunan kios sementara tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp1,1 miliar. Langkah percepatan ini diambil sebagai solusi darurat agar roda ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang terdampak, dapat kembali berjalan normal.

Kebakaran yang terjadi pada 26 Maret 2026 diketahui melanda area los sayur dan berdampak pada puluhan ruko di sekitar pasar. Pemerintah kota kemudian melakukan penataan ulang kawasan terdampak, termasuk membangun kembali area los sayur dengan ukuran sekitar 53,5 meter x 15 meter.

Dalam peninjauannya, Andi Harun mengapresiasi hasil pembangunan kios yang dinilai lebih tertata dibandingkan kondisi sebelumnya. Ia menyebut penataan ulang ini menjadi momentum untuk memperbaiki wajah Pasar Segiri agar lebih nyaman, bersih, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Pembangunannya cukup rapi dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Penataan ini akan terus kami lanjutkan agar Pasar Segiri menjadi lebih representatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan kios sementara menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi pelaku usaha kecil dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas PUPR hingga pengelola pasar, menjadi faktor utama keberhasilan percepatan pembangunan tersebut.

“Tidak butuh waktu lama sejak kebakaran terjadi, sekarang para pedagang sudah bisa kembali beraktivitas. Ini penting agar ekonomi rakyat tetap bergerak,” katanya.

Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas pasar dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya kebakaran. Ia meminta seluruh pedagang dan pengelola pasar untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan pasar.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda telah menyiapkan rencana revitalisasi menyeluruh untuk Pasar Segiri. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan anggaran daerah dan diproyeksikan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.

Sementara revitalisasi total menunggu realisasi, kios sementara yang telah dibangun diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat tidak terganggu.

Sumber: Pemerintah Kota Samarinda

Tinggalkan Komentar