Pendidikan Seks Pada Anak, Solusi Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

image_pdfimage_print

“Permasalahan pelecehan seksual pada anak harus menjadi perhatian khusus kita semua, harus dicarikan solusi untuk menekan jumlah kasus yang akan terjadi, tentu hal ini harus dilakukan bersama-sama baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri”

Oleh : Kasrani Latief
Plt. Kabid PPA Dinas P2KBP3A

BERDASARKAN  data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selama 2022, Bulan September 2022, terdapat 17.150 kasus kekerasan dengan jumlah korban perempuan sebanyak 15.759 orang dan korban laki-laki sebanyak 2.729 orang.

Ironisnya berbagai kekerasan terjadi pada anak, baik di ruang publik sekolah bahkan di rumah yang seharusnya menjadi ruang yang sangat aman untuk mereka.

Permasalahan pelecehan seksual pada anak harus menjadi perhatian khusus bagi bagi kita semua, harus dicarikan solusi-solusi untuk menekan jumlah kasus yang akan terjadi, tentu hal ini harus dilakukan bersama-sama baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Masalah seks masih dianggap tabu di kalangan masyarakat dan dibicarakan di depan anak-anak apalagi untuk mengajarkannya kepada anak-anak.

Masyarakat beranggapan bahwa pendidikan seks belum pantas diberikan kepada anak kecil. Padahal pendidikan seks yang diberikan sejak dini sangat berpengaruh dalam kehidupan anak ketika dia memasuki masa remaja. Apalagi anak-anak sekarang kritis, dari segi pertanyaan dan tingkah laku. Itu semua karena pada masa ini anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar.

Pendidikan seks yang tidak diberikan di usia dini mengakibatkan tingginya kekerasan seksual pada anak yang dilakukan orang-orang terdekat anak termasuk keluarga. Fenomena ini menunjukkan pentingnya pemahaman akan pendidikan seks pada anak usia dini.

Masalah pendidikan seks pada saat ini kurang diperhatikan orang tua sehingga mereka menyerahkan semua pendidikan anak kepada sekolah termasuk pendidikan seks. Padahal yang bertanggungjawab akan pendidikan seks pada anak usia dini adalah orang tua, sedangkan sekolah hanya sebagai pelengkap dan disekolah tidak ada kurikulum tentang pendidikan seks sehingga pendidikan seks pada anak usia dini kadang terabaikan.

Untuk menghadapi masa depannya, pengetahuan dan informasi tentang seks sangat penting diketahui oleh generasi penerus bangsa. Akan tetapi anak-anak dan remaja rentan terhadap kesalahan informasi tentang pengetahuan seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar, mereka akan percaya akan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan dari orang tua, guru atau sumber informasi yang benar.

Di Indonesia banyak anak-anak tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar dan cukup. Mereka justru mendapat informasi tentang seks dari teman sebaya, internet, dan majalah. Padahal sumber informasi tersebut belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemberian pendidikan atau informasi mengenai masalah seks masih menjadi pro dan kontra di masyarakat Indonesia.

Pandangan yang kurang setuju dengan pendidikan seks mengkhawatirkan bahwa pendidikan seks yang diberikan kepada anak akan mendorong mereka melakukan hubungan seks lebih dini. Sementara pandangan yang setuju pada pendidikan seks beranggapan dengan semakin dini mereka mendapatkan informasi mereka akan lebih siap menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan mampu menghindarkan diri dari kemungkinan yang bisa terjadi.

Untuk itulah sehingga Pengetahuan seks penting diajarkan sejak dini pada anak. Baik anak laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan itu, terutama dimulai dari keluarga lebih dulu. Hal ini diperlukan agar mereka mengetahui bagaimana perilaku seksual yang sehat serta mencegah terjadinya pelecehan seksual. Jangan sampai anak terlanjur mendapatkan informasi yang kurang tepat seputar seks dari sumber yang tidak dapat dipercaya, misalnya teman sebaya atau internet.

Anak juga perlu tahu bahwa sebagai orangtua, kita bisa diajak berdiskusi seputar topik tersebut. Ketika anak sudah diberikan edukasi seks atau pendidikan seksual sejak dini, di masa remaja ia pun tidak merasa canggung dan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Saat berusia 3 atau 4 tahun, anak akan mulai memperhatikan dunia di sekitarnya dan  mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya. Anak mungkin akan mulai menyadari bahwa perempuan dan laki-laki itu berbeda. Saat anak mulai mengeksplorasi lingkungannya, ini merupakan kesempatan bagi orangtua untuk memberikan pemahaman dasar mengenai seksualitas.

Ada beberapa alasan pentingnya memberikan pendidikan seks antara lain :   Pertama. Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, apalagi saat memasuki usia remaja. Peran pengetahuan seks sangat penting untuk menghilangkan rasa penasaran anak. Pengetahuan seks juga dapat menjadi bekal bagi anak untuk menyaring berbagai informasi seks yang simpang-siur di luar sana.

Kedua. Mencegah anak melakukan aktivitas seksual yang tidak benar, Sekarang ini banyak anak remaja yang melakukan aktivitas seksual sebelum menikah. Kebanyakan dari mereka melakukan hal ini hanya untuk coba-coba atau terpengaruh terhadap lingkungan yang tidak sehat. Bila telah mendapatkan pengetahuan seks sejak dini, diharapkan anak dapat menghindari aktivitas seksual sebelum menikah.

Ketiga. Agar anak tidak terkejut saat memasuki usia pubertas, Banyak perubahan yang terjadi pada fisik anak saat memasuki usia pubertas. Hal ini terkadang membuat anak terkejut. Pada anak perempuan mengalami menstruasi pertama kali, atau anak laki-laki kali pertama kali mimpi basah. Agar anak dapat menerima perubahan ini dengan mudah, orang tua perlu memberikan pengetahuan tentang seks sejak dini.

Keempat, Menyadarkan anak tentang menjaga organ reproduksi, Anak juga perlu tahu tentang betapa penting menjaga organ kelamin agar ia tidak disentuh oleh orang lain. Anak juga perlu tahu perihal menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Semakin usia anak bertambah, semakin dia perlu membersihkan organ intimnya sendiri.

Kelima, Mencegah kehamilan usia dini, Angka kehamilan usia dini semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh pergaulan bebas pada remaja. Terkadang, para remaja melakukan hubungan intim sebelum menikah tanpa mengerti konsekuensi dari perbuatan tersebut.

Inilah  beberapa alasan mengapa anak perlu mendapatkan pengetahuan seks sejak dini. Sebagai orangtua, kita  dapat memberikan pendidikan seks secara bertahap dengan cara yang tepat, harapan kita tentunya adalah angka kekerasan seksual terhadap anak akan bisa kita minimalisir dan kalau perlu bisa dihapuskan, pertanyaannya, apakah itu bisa ? pasti bisa apabila ini menjadi satu gerakan bersama dengan melibatkan semua stakeholder terkait, tokoh agama, tokoh masyarakata, tokoh wanita, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan media, kita bersama-sama mengkampanyekan pentingnya anak mendapatkan pendidikan seks sejak dini.

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia umumnya dan di Kabupaten Paser.  (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *