Perempuan KPB Perkuat Budaya Keselamatan Kerja lewat WPSI di Momentum Hari Kartini

Pertamina
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan proyek kilang melalui program Woman Positive Safety Intervention (WPSI), Rabu (22/4/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan proyek kilang melalui program Woman Positive Safety Intervention (WPSI), Rabu (22/4/2026).

Program ini menekankan pendekatan komunikasi yang lebih personal dengan melibatkan pekerja perempuan secara aktif di lapangan.

Di tengah tingginya aktivitas proyek, WPSI hadir որպես pendekatan berbeda dibanding metode formal yang selama ini diterapkan. Pekerja perempuan tidak hanya berperan dalam fungsi teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam membangun kesadaran keselamatan dengan berinteraksi dengan pekerja lain secara humanis.

Kegiatan ini juga melibatkan keluarga pekerja yang hadir langsung di lingkungan kerja. Kehadiran mereka menjadi pengingat emosional bagi para pekerja akan pentingnya menjaga keselamatan selama bekerja.

“Hati-hati kerjanya ya, selalu pakai alat pelindung diri, supaya bisa pulang dengan selamat,” ujar Mei, salah satu anggota keluarga pekerja yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satu pekerja kontraktor precommissioning, Emmanuel, mengaku mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam kegiatan ini. Ia menyebut kehadiran keluarga memberikan dorongan moral yang kuat.

“Di hari yang spesial ini saya diberi kejutan kedatangan seorang istri yang memberikan energi positif, mewakili istri seluruh pekerja untuk selalu menjaga diri dan rekan di sekitarnya,” ujarnya.

Saat ini, jumlah pekerja perempuan di lingkungan KPB tercatat mencapai 212 orang atau sekitar 12,47 persen dari total tenaga kerja. Meski masih didominasi pekerja laki-laki, keterlibatan perempuan dinilai semakin משמעות dalam mendukung budaya kerja yang inklusif, termasuk dalam aspek keselamatan.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan bahwa semangat Hari Kartini selaras dengan upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.

“Kepedulian untuk saling mengingatkan adalah inti dari keselamatan kerja. Perempuan di KPB mengambil peran itu dengan menghadirkan pendekatan yang lebih membumi dan menyentuh,” kata Asep.

Menurut dia, keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif seluruh pekerja untuk saling menjaga.

“Pada akhirnya, yang ingin kita pastikan sederhana, setiap pekerja bisa kembali ke rumah dengan selamat setiap harinya,” ujar Asep.

Melalui program WPSI, KPB berharap nilai-nilai keselamatan tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari yang melekat pada setiap individu.

Tinggalkan Komentar