Pertamina Patra Niaga Dorong Pemanfaatan Limbah Kayu Jadi Produk Bernilai di Balikpapan

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan terus dorong program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ekonomi sirkular, salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembinaan Kelompok Kayu Bina Karya Baitul Ghofur (BKBG) di Kelurahan Prapatan, yang mengolah limbah kayu menjadi produk bernilai guna, Senin (30/3/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ekonomi sirkular.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembinaan Kelompok Kayu Bina Karya Baitul Ghofur (BKBG) di Kelurahan Prapatan, yang mengolah limbah kayu menjadi produk bernilai guna.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen PT PPN Kilang Balikpapan dalam mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Dodi dalam keterangan tertulis.

Kelompok BKBG yang berdiri pada 2025 itu kini beranggotakan 16 orang. Mereka memanfaatkan limbah kayu dari aktivitas operasional perusahaan untuk diolah menjadi berbagai produk fungsional, seperti meja, kursi, penutup kolam, hingga alat permainan edukatif (APE).

Selain berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Hingga saat ini, kelompok tersebut telah menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp 25 juta dari produk yang dihasilkan.

Dodi menilai capaian tersebut menjadi langkah awal yang positif bagi pengembangan kelompok ke depan. Ia berharap BKBG dapat terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas jangkauan pemasaran.

“Kami berharap kelompok BKBG dapat terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata dia.

Produk-produk BKBG juga telah dimanfaatkan dalam program CSR perusahaan, salah satunya melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Dalam program tersebut, alat permainan edukatif hasil produksi kelompok disalurkan ke tiga lokasi daycare sebagai sarana pendukung kegiatan belajar anak.

Ketua Kelompok BKBG, Rantau, mengatakan keberadaan kelompok ini memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya, terutama dalam menambah penghasilan dan meningkatkan produktivitas.

“Dengan adanya kelompok BKBG ini, kami dan anggota bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil olahan limbah kayu. Kami juga merasa lebih produktif karena limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, sekarang bisa menjadi produk yang bernilai,” ujarnya.

Melalui pembinaan berkelanjutan, Kelompok BKBG diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan limbah berbasis masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan serta ekonomi lokal yang lebih kuat.

Tinggalkan Komentar