Pertamina Patra Niaga Kalimantan Periksa 504 Pekerja, Pastikan Lingkungan Kerja Bebas Narkoba

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggelar pemeriksaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) terhadap 504 pekerja sebagai upaya memperkuat budaya kerja yang sehat, aman, dan berintegritas. Senin (8/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggelar pemeriksaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) terhadap 504 pekerja sebagai upaya memperkuat budaya kerja yang sehat, aman, dan berintegritas.

Pemeriksaan yang dilaksanakan pada Senin (8/6/2026) tersebut melibatkan jajaran manajemen, pekerja staf, hingga tenaga kerja pendukung operasional. Kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan melalui pemeriksaan urine menggunakan tujuh parameter pengujian.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pemeriksaan NAPZA menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan kerja sekaligus mencegah risiko operasional akibat penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.

“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional Pertamina Patra Niaga. Melalui pemeriksaan NAPZA secara berkala, kami ingin memastikan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya,” kata Edi dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Edi, upaya tersebut juga merupakan langkah perusahaan untuk menjaga keandalan operasional serta melindungi pekerja maupun masyarakat yang terdampak oleh aktivitas bisnis perusahaan.

Ia menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen perusahaan dan pemangku kepentingan terkait.

“Budaya kerja yang sehat dan berintegritas menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri, lingkungan kerja, dan keberlangsungan operasional perusahaan dari risiko penyalahgunaan NAPZA,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan diawali dengan pengujian sampel urine menggunakan tujuh parameter. Apabila ditemukan hasil reaktif atau dugaan positif, peserta akan menjalani asesmen bersama konselor BNN untuk mendapatkan pendalaman lebih lanjut.

Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan perlu atau tidaknya dilakukan uji konfirmasi menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), yang merupakan metode laboratorium untuk memastikan adanya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, maupun zat adiktif lainnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan akan terus melaksanakan pemeriksaan NAPZA secara berkala sebagai bagian dari implementasi budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja.

Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, aman, dan produktif sekaligus mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja maupun masyarakat secara lebih luas.

Tinggalkan Komentar