PJI Pusat Bagikan 1.100 Takjil di Surabaya, Jerison Togelang: Cerminan Kepekaan Sosial Wartawan

pji
Ketua PJI Kalimantan Timur, Jerison Togelang.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) membagikan 1.100 paket takjil kepada masyarakat di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PJI Kalimantan Timur, Jerison Togelang.

Jerison yang akrab disapa Bucek menilai kegiatan berbagi takjil tersebut mencerminkan kepedulian sosial insan pers kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ketua Umum PJI bersama jajaran pengurus yang telah menunjukkan teladan kepekaan sosial. Wartawan tidak hanya hadir untuk meliput peristiwa, tetapi juga turut berkontribusi langsung kepada masyarakat,” kata Jerison di Balikpapan, Senin (9/3/2026).

Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) di depan Pos Polisi Polrestabes Surabaya, kawasan Plaza Marina. Kegiatan itu menjadi bagian dari tradisi tahunan PJI setiap bulan Ramadhan.

Sekitar 50 pengurus dan anggota PJI terlibat langsung dalam pembagian takjil kepada warga yang melintas dan masyarakat yang tengah menunggu waktu berbuka puasa di kawasan Margorejo, Surabaya.

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama istrinya. Ia mengatakan, kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat.

“Wartawan harus memiliki kepekaan sosial, tidak hanya hadir untuk memberitakan peristiwa, tetapi juga ikut merasakan dan membantu masyarakat,” ujar Hartanto.

Setelah kegiatan pembagian takjil, pengurus PJI melanjutkan dengan buka puasa bersama di Café Skut Sidosermo yang juga dikenal sebagai Pos PJI. Dalam kesempatan tersebut, para pengurus juga menggelar rapat internal membahas persiapan Musyawarah Nasional (Munas) PJI yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.

Hartanto menegaskan bahwa PJI terus berkomitmen membina para jurnalis agar menjalankan profesinya secara profesional dan berpegang pada etika jurnalistik. Selain itu, organisasi juga terus memperkuat posisi kelembagaan di dunia pers nasional.

Ia juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya PJI pada 1998 yang diprakarsai oleh Darwin Hulalata SH bersama sejumlah jurnalis lainnya.
Menurut Hartanto, kegiatan sosial seperti pembagian takjil tidak hanya mempererat solidaritas antar anggota,
, tetapi juga memperkuat kehadiran jurnalis di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap solidaritas antar wartawan semakin kuat sekaligus mendorong lahirnya praktik jurnalisme yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan publik,” kata dia.

Tinggalkan Komentar