PLN UIP KLT Tekankan Keandalan Listrik Berkelanjutan, Dewanto: Infrastruktur Harus Sesuai Kondisi Lapangan

PLN
General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menegaskan komitmennya untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan melalui pembangunan infrastruktur yang mengedepankan standar teknis, keberlanjutan, dan manfaat bagi masyarakat, dalam kegiatan temu media di Balikpapan, Senin (22/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menegaskan komitmennya untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan melalui pembangunan infrastruktur yang mengedepankan standar teknis, keberlanjutan, dan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, dalam kegiatan temu media di Balikpapan, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, penyediaan listrik yang berkualitas harus ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang dirancang sesuai kondisi lapangan serta memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.

“Listrik yang berkelanjutan harus terus dilaksanakan dengan pelayanan yang prima dan berkualitas. Semua desain pembangunan infrastruktur harus sesuai dengan kondisi lapangan dan standar teknis yang berlaku,” kata Dewanto.

Ia menjelaskan, pembangunan sektor ketenagalistrikan tidak semata berorientasi pada penambahan fasilitas, melainkan juga memastikan masyarakat memperoleh layanan listrik yang aman, andal, dan berkesinambungan.

Selain memperkuat sistem kelistrikan, PLN UIP KLT juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah proyek. Program tersebut ditujukan untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi warga setempat.

“Di setiap lokasi proyek, kami berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Dewanto.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan. Karena itu, seluruh tahapan proyek, termasuk pengadaan lahan, dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengedepankan transparansi.

“Tanpa dukungan masyarakat dan stakeholder, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu kami memastikan seluruh proses dilakukan sesuai aturan dan mengedepankan transparansi,” tuturnya.

Dewanto mengakui pembangunan jaringan transmisi di Kalimantan memiliki tantangan tersendiri. Karakteristik wilayah yang beragam dan panjangnya lintasan jaringan membuat proses pengerjaan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Pembangunan transmisi tidak sederhana, karena harus melewati berbagai kondisi wilayah. Namun semuanya kami lakukan untuk memastikan sistem kelistrikan semakin andal,” katanya.

Ia menyebut, pembangunan jaringan transmisi dapat memakan waktu antara dua hingga lima tahun, bergantung pada panjang jalur dan kondisi geografis yang dilalui.

Dalam kesempatan itu, Dewanto juga menyoroti pentingnya peran media dalam mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat. Menurut dia, sinergi antara PLN, pemerintah, media, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan ketenagalistrikan dapat dipahami secara utuh oleh publik.

“Media memiliki peran penting untuk menyampaikan apa yang kami kerjakan dan apa harapan PLN ke depan. Karena itu, sinergi ini harus terus dijaga,” ucapnya.

Dewanto menegaskan, seluruh upaya pembangunan yang dilakukan PLN pada akhirnya ditujukan untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

ih“Tujuan akhir dari seluruh pembangunan ini adalah menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Dewanto.

Tinggalkan Komentar