Polda Kaltim Gelar Final Lomba Olah TKP, Perkuat Profesionalisme Personel dalam Penanganan Perkara
Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Polda Kaltim terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang penegakan hukum melalui penyelenggaraan Final Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 ini digelar di Mapolda Kalimantan Timur, Senin (29/6/2026).
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan antarsatuan wilayah, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk memastikan setiap personel mampu menjalankan prosedur penanganan awal perkara secara cepat, tepat, dan sesuai standar operasional yang berlaku.
Seluruh peserta berasal dari jajaran Polres dan Polresta di wilayah hukum Polda Kaltim yang sebelumnya mengikuti tahapan seleksi melalui simulasi TPTKP dan olah TKP berbasis video pada 22–27 Juni 2026. Dari proses tersebut, tiga tim dengan nilai terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Polresta Balikpapan, Polres Kutai Kartanegara, dan Polres Paser.
Pada babak puncak, peserta dihadapkan pada simulasi penanganan perkara secara menyeluruh. Mulai dari penerimaan laporan oleh personel Samapta, respons menuju lokasi kejadian, pelaksanaan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, proses olah TKP oleh tim identifikasi gabungan, hingga analisis serta evaluasi hasil olah TKP yang dipimpin Kasat Reskrim.
Setiap tahapan dinilai secara objektif oleh tim juri gabungan yang terdiri dari unsur Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, serta SPKT Polda Kaltim. Penilaian difokuskan pada kecepatan respons, ketepatan prosedur, koordinasi lintas fungsi, hingga kemampuan personel dalam menjaga integritas barang bukti dan akurasi proses penyelidikan awal.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro melalui Kabid Humas Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis personel kepolisian.
Menurutnya, keberhasilan proses penyelidikan dan penyidikan sangat ditentukan oleh kualitas tindakan pertama yang dilakukan di lokasi kejadian. Karena itu, kemampuan teknis, profesionalisme, serta koordinasi antarfungsi harus terus diasah agar setiap perkara dapat ditangani secara presisi dan akuntabel.
“Lomba ini bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi para peserta, Polda Kaltim menyiapkan piagam penghargaan serta uang pembinaan dengan total hadiah mencapai Rp22,5 juta. Penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Kapolda Kaltim pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026).
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim berharap kemampuan personel dalam menangani tempat kejadian perkara semakin terstandarisasi sehingga mampu mendukung proses penegakan hukum yang objektif, transparan, profesional, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Sumber: Humas Polda Kaltim
BACA JUGA
