Polri Kerahkan 283 Personel untuk Edukasi Karhutla di Kaltim

Polda Kaltim
Peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri saat menggelar sosialisasi di RT 35 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kaltim, Sabtu (12/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 283 personel untuk memperkuat edukasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Ratusan personel tersebut terdiri atas 66 peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36, serta 217 peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-67.

Mereka tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Aman Nusa II Tahun 2026 dengan tema “Strategi Mitigasi Penanggulangan Karhutla”.

Kegiatan berlangsung pada 7–16 September 2026 di enam provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Di Kalimantan Timur, sebanyak 11 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang didampingi Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Midi Siswoko, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Sabilul Alif, dan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Joko Setiono, bersama Ketua Senat Serdik Sespimti Angkatan 36 Kombes Donny Alexander serta peserta lainnya.

Kegiatan di Kaltim tidak hanya berupa sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga penelitian dan uji coba penggunaan serbuk Hartindo AF31 untuk sekat bakar dalam upaya pemadaman karhutla di Mako Brimob Polda Kaltim.

Selain itu, para peserta mengunjungi Command Center Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melihat langsung penanganan karhutla di wilayah deliniasi IKN, baik melalui patroli bersama di darat maupun jalur udara.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan guna memperkuat strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kecamatan Samboja Barat.

Sementara itu, di Balikpapan, para peserta melaksanakan sosialisasi karhutla kepada masyarakat di RT 35, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengembangan Kompetensi dan Keprofesian (PKDN) yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur di daerah karena penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi masyarakat, relawan, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat upaya pemadaman, pencegahan, hingga penyelesaian persoalan karhutla di lapangan.S

Salah satu hal yang menjadi perhatian para peserta didik Sespimti Dikreg ke-36 adalah penerapan teknologi dalam penanganan karhutla, termasuk pemanfaatan cairan Hartindo AF31 untuk membantu mengendalikan penyebaran api yang sudah diterapkan di lapangan untuk mengendalikan penyebaran api agar tidak meluas ke area yang lebih besar.

Selain teknologi, perlunya kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam merespons kebakaran secara cepat. Penanganan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pengerahan patroli bersama untuk pemadaman di darat dan bantuan relawan, hingga operasi pemadaman melalui udara menggunakan water bombing.

Sementara itu, Ketua RT 35 Kelurahan Karang Joang, H. Sodik, mengatakan kebakaran lahan yang terjadi di wilayahnya selama ini dapat segera ditangani karena kesadaran masyarakat yang cepat melaporkan kejadian kepada aparat dan pemerintah setempat.

“Alhamdulillah, kalau ada kebakaran, cepat teratasi karena kesadaran masyarakat menghubungi kami. Tiga pilar kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, juga bergerak cepat menanggulanginya,” kata Sodik.

Menurut Sodik, keberadaan fasilitas pemadam kebakaran di sekitar wilayah tersebut juga membantu mencegah api meluas. Namun, ia berharap pemerintah dapat menambah dukungan berupa peralatan pemadaman, khususnya untuk wilayah yang dinilai rawan kebakaran seperti kawasan Kebun Raya Balikpapan dan lingkungan RT 35.

“Yang sangat diperlukan adalah bantuan alat pemadam, karena di sini yang paling rawan,” ujarnya.

Selama ini, kata Sodik, masyarakat masih mengandalkan peralatan sederhana untuk pemadaman awal, seperti sapu dan kayu.

“Dengan peralatan seadanya, ya ada sapu, kayu, seperti itu,” katanya.

Sodik mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan jajaran Polri di wilayahnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla.

“Sangat luar biasa dengan adanya kegiatan ini. Kami sebagai RT sangat berterima kasih dan juga bangga dikunjungi oleh beliau-beliau,” katanya.

Tinggalkan Komentar