Produk Warga Binaan Lapas Banjarmasin Tembus Pasar Oleh-oleh

Lapas Banjarmasin
Lapas Kelas IIA Banjarmasin membuat produk olahan camilan “akar pinang” hasil karya warga binaan di Banjarmasin yang berhasil menembus pasar pusat oleh-oleh, Selasa (20/4/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Produk olahan camilan “akar pinang” hasil karya warga binaan di Banjarmasin mulai menembus pasar dan dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh. Inisiatif ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

Camilan “akar pinang” dibuat dari adonan tepung yang dipilin menyerupai akar tanaman pinang, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah dengan cita rasa gurih. Produk ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan mulai diminati masyarakat.

Salah satu warga binaan berinisial ST mengatakan keterlibatannya dalam proses produksi memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti.

“Awalnya saya tidak tahu cara membuatnya, tapi sekarang sudah terbiasa. Semoga ini bisa menjadi bekal usaha ke depan,” ujar ST, Selasa (20/4/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan program pembinaan kemandirian menjadi fokus utama dalam memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan.

“Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan keahlian yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ini bisa menjadi bekal mereka setelah kembali ke masyarakat,” kata Herriansyah.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyebutkan bahwa selain akar pinang, warga binaan juga memproduksi berbagai olahan lain seperti keripik tempe yang telah dipasarkan secara bertahap.

“Dengan menjaga kualitas produksi, kami optimistis produk warga binaan dapat diterima masyarakat dan memiliki peluang berkembang,” ujarnya.

Melalui program ini, Lapas Banjarmasin tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif bagi warga binaan. Produk yang dihasilkan diharapkan menjadi simbol perubahan sekaligus langkah awal menuju kemandirian setelah menjalani masa pidana.

Tinggalkan Komentar