PTMB Siaga El Nino, Produksi Air Bersih Berpotensi Turun hingga 75 Persen

PTMB Balikpapan
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin saat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pasokan air bersih seiring ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan memuncak pada pertengahan hingga akhir 2026, Rabu (6/5/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pasokan air bersih seiring ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan memuncak pada pertengahan hingga akhir 2026.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi sejak dini setelah menerima informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi lintas instansi pun dilakukan guna menyusun skenario mitigasi yang komprehensif.

“Begitu kami menerima informasi awal, kami langsung menggelar rapat direksi dan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas serta pemerintah kota untuk menyusun langkah penanganan bersama,” ujar Yudhi dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2026).

Belajar dari pengalaman El Nino sebelumnya pada akhir 2023 hingga awal 2024, PTMB memperkirakan dampak serupa dapat kembali terjadi. Saat itu, penurunan curah hujan signifikan menyebabkan kondisi pasokan air baru pulih pada Mei 2024.

Berdasarkan analisis Balai Wilayah Sungai (BWS), curah hujan tahun ini diperkirakan turun hingga 40 persen. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan debit air masuk ke Waduk Manggar dan Waduk Teritip hingga di bawah 50 persen dari kapasitas normal.

Mengantisipasi hal tersebut, PTMB menyiapkan skenario pengurangan produksi air bersih secara bertahap. Saat puncak El Nino, produksi diperkirakan hanya dapat mencapai 75 persen dari kapasitas maksimal.

“Ini bukan semata-mata pengurangan layanan, tetapi langkah untuk menjaga keberlanjutan pasokan air hingga awal 2027,” kata Yudhi.

Selain itu, PTMB juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber air alternatif, seperti bendungan pengendali (bendali) yang tersebar di sejumlah titik. Perusahaan juga mengandalkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile untuk menjaga fleksibilitas produksi.

“IPA mobile ini bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan begitu, produksi air tetap berjalan dan distribusi ke masyarakat tetap terjaga, meski di beberapa wilayah dilakukan melalui bantuan tangki,” ujarnya.

Koordinasi dengan pemerintah kecamatan turut diperkuat untuk memetakan wilayah yang berpotensi terdampak paling besar. Pendekatan berbasis pengalaman sebelumnya dinilai membantu dalam menentukan prioritas distribusi air bersih.

Saat ini, PTMB masih beroperasi dengan kapasitas penuh sambil terus memantau kondisi waduk. Tambahan pasokan air baku dari sumur bantuan pemerintah provinsi serta potensi pemanfaatan Sungai Sepaku juga disiapkan sebagai langkah penopang.

Yudhi berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menjaga layanan air bersih tetap optimal bagi masyarakat Balikpapan di tengah tantangan iklim.

“Kami berharap dengan kesiapan ini, masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih secara optimal. Ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan hidup bersama,” kata dia.

Tinggalkan Komentar