Sinar Mas Land Kembangkan Grand City Samarinda, Bidik Tingginya Permintaan Hunian di Kawasan Penyangga IKN

Grand City
Sales & Promotion Kalimantan & Sulawesi Department Head atau Head of Sales and Promotion Kalimantan & Sulawesi di Sinar Mas Land, Budi Widiyanto.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Sinar Mas Land resmi mengembangkan Grand City Samarinda, township pertama perusahaan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek ini hadir untuk menjawab meningkatnya kebutuhan hunian modern sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi yang terus menguat di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kawasan seluas lebih dari 70 hektare tersebut dirancang sebagai township terpadu yang memadukan hunian, area komersial, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, hingga kawasan rekreasi dalam satu ekosistem.

Mengusung konsep “Harmony of Nature and Luxury Living”, Grand City Samarinda diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tumbuh 6,22 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor perdagangan, konstruksi, jasa, serta meningkatnya aktivitas investasi seiring pembangunan IKN.

Sales & Promotion Kalimantan & Sulawesi Department Head atau Head of Sales and Promotion Kalimantan & Sulawesi di Sinar Mas Land, Budi Widiyanto mengatakan, Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Mobilitas penduduk yang meningkat, kebutuhan hunian bagi keluarga muda dan kalangan profesional, serta terbatasnya kawasan hunian terpadu berskala besar menjadi alasan perusahaan memperluas investasi di kota tersebut.

“Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta terbatasnya pasokan kawasan hunian terpadu berskala besar menjadi peluang bagi Sinar Mas Land untuk hadir di kota ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Menurut dia, melalui Grand City Samarinda, Sinar Mas Land ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memberikan nilai investasi jangka panjang.

“Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menciptakan nilai investasi jangka panjang,” katanya.

Pada tahap awal pengembangan, Sinar Mas Land meluncurkan Klaster Seine, yang akan dibangun lebih dari 300 unit rumah dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp3 miliar.

Klaster tersebut mengusung desain classic modern dengan pilihan luas tanah mulai 72 hingga 180 meter persegi dan luas bangunan 51 hingga 138 meter persegi. Tersedia pilihan dua hingga empat kamar tidur utama, dengan beberapa tipe dilengkapi satu kamar asisten rumah tangga.

Salah satu ciri utama desain hunian adalah penggunaan bukaan jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga menciptakan ruang yang lebih nyaman sekaligus hemat energi.

Tak hanya menawarkan hunian, Grand City Samarinda juga mengedepankan konsep kawasan hijau dengan mempertahankan tiga danau alami sebagai area resapan air sekaligus ruang rekreasi bagi penghuni. Di sekelilingnya akan dibangun jalur jogging, gazebo, mini amphitheater, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Fasilitas lain yang disiapkan meliputi clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, hingga sistem keamanan 24 jam.
Dari sisi aksesibilitas, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan ini didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk mendukung mobilitas penghuni dan aktivitas ekonomi.

Lokasinya juga berada dekat dengan sejumlah fasilitas publik seperti RS Mulya Medika, Bigmall Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, serta akses menuju jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Budi menuturkan, pengalaman mengembangkan Grand City Balikpapan sejak 2014 menjadi modal penting dalam menghadirkan township baru di Samarinda. Kawasan seluas 256 hektare di Balikpapan tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu township terbesar di Kalimantan Timur dengan lebih dari 25 klaster dan sekitar 6.000 unit hunian.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan Grand City Balikpapan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep kota mandiri yang mengintegrasikan hunian dengan fasilitas komersial dan ruang publik.

“Kehadiran Grand City Samarinda memperkuat komitmen kami untuk terus memperluas ekosistem township terintegrasi di wilayah penyangga IKN, sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi Samarinda yang terus meningkat dan posisi strategisnya sebagai salah satu kota penyangga IKN, Sinar Mas Land optimistis Grand City Samarinda akan menjadi salah satu kawasan hunian baru yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang investasi properti di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar