Sisa Sayuran Dapur Lapas Banjarmasin Diolah Jadi Pakan Maggot

Lapas Banjarmasin
Pemanfaatan sisa sayuran itu dilakukan warga binaan dengan pendampingan Petugas Giatja Lapas Banjarmasin Riyan Ramdhan, Senin (14/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sisa potongan sayuran dari dapur Lapas Kelas IIA Banjarmasin tidak langsung dibuang. Bahan tersebut dimanfaatkan sebagai pakan larva dalam budidaya maggot di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lapas Banjarmasin.

Pemanfaatan sisa sayuran itu dilakukan warga binaan dengan pendampingan Petugas Giatja Lapas Banjarmasin Riyan Ramdhan, Senin (14/9/2026).

Sebelum diberikan kepada larva, sisa sayuran dipastikan masih sesuai untuk pakan. Pemberian dilakukan secara bertahap sembari memantau kondisi larva dan media budidaya.

Riyan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan lapas agar memiliki nilai guna.

“Sisa potongan sayuran dari dapur kami manfaatkan sebagai pakan larva. Jadi bahan yang sebelumnya menjadi sisa bisa dimanfaatkan kembali dalam kegiatan budidaya,” kata Riyan.

Bagi warga binaan berinisial YA, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah bahan sisa menjadi bagian dari proses budidaya.

“Biasanya melihat potongan sayuran seperti ini hanya sebagai sisa. Di sini kami belajar memanfaatkannya untuk pakan maggot. Jadi lebih tahu cara mengolah dan merawatnya,” ujar YA.

Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, pemanfaatan sisa sayuran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan bahan sisa, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Menurut dia, kegiatan sederhana di lingkungan lapas dapat menjadi sarana untuk melatih keterampilan dan membangun pola pikir produktif.

“Pembinaan kemandirian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Dari sisa sayuran saja warga binaan bisa belajar bagaimana memanfaatkannya menjadi bagian dari proses budidaya,” kata Akhmad.

Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan dapat menjadi bekal untuk melakukan kegiatan produktif.

“Yang terpenting adalah keterampilan dan pola pikir produktif yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Budidaya maggot di SAE 2 Lapas Banjarmasin pun menjadi salah satu bentuk kegiatan pembinaan yang memadukan pemanfaatan bahan organik dengan keterampilan budidaya bagi warga binaan.

Tinggalkan Komentar