Tiga Dekade Mengabdi, Kalapas Banjarmasin Raih Satyalancana Karya Satya

Lapas Banjarmasin
Tiga puluh tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) mengantarkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun. Senin (17/8/2026).

Banjarbaru, Gerbangkaltim.com — Tiga puluh tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) mengantarkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan Erwedi Supriyatno kepada Herriansyah dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (17/8/2026).

Satyalancana Karya Satya diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan tugas.

Bagi Akhamd Herriansyah, penghargaan tersebut bukan sekadar penanda panjangnya masa kerja. Penghargaan itu justru menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin pemasyarakatan.

“Saya bersyukur atas penghargaan ini. Tiga puluh tahun pengabdian tentu merupakan perjalanan yang panjang, tetapi bagi saya ini bukan akhir, melainkan pengingat untuk terus menjaga amanah, integritas, dan memberikan pengabdian terbaik bagi negara,” kata Herriansyah.

Menurut dia, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Lapas Banjarmasin untuk mempertahankan profesionalisme serta kepercayaan yang diberikan negara.

“Penghargaan ini saya dedikasikan sebagai motivasi bagi seluruh jajaran. Semoga kami terus diberikan kekuatan untuk bekerja dengan tulus, profesional, dan menjaga kepercayaan yang diberikan negara,” ujarnya.

Tidak hanya Herriansyah, penghargaan serupa juga diterima Milia Akhyati, petugas kesehatan Klinik Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Milia memperoleh Satyalancana Karya Satya 20 Tahun atas pengabdiannya sebagai ASN.
Bagi Milia, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pengabdiannya sekaligus memperkuat komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini. Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat, dan penghargaan ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Milia.

Sebagai petugas kesehatan, Milia berharap masa pengabdian yang telah dijalani dapat terus memberikan manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga binaan.

Penerimaan penghargaan tersebut menjadi bagian dari makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi jajaran Lapas Banjarmasin. Momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan apresiasi kepada ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

Bagi Herriansyah, perjalanan tiga dekade tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan pelayanan dan menjalankan tugas pemasyarakatan dengan penuh integritas.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya pun menjadi simbol bahwa masa pengabdian yang panjang harus berjalan seiring dengan konsistensi, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah negara.

Tinggalkan Komentar