Tiga Rumah Roboh Dihantam Gelombang Pasang di Balikpapan, Warga Selamat Berkat Evakuasi Dini

ombak
Gerbangkaltim.com – Gelombang pasang menghantam kawasan pesisir RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (10/7/2026) dini hari.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Gelombang pasang menghantam kawasan pesisir RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (10/7/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.44 Wita dini hari itu mengakibatkan tiga rumah warga roboh, sementara satu rumah lainnya terdampak dan dinyatakan tidak lagi layak huni.

Berdasarkan data sementara, rumah yang roboh merupakan milik Misnan dan Zainah di nomor 34, Syamsudin dan Suriyani Ningsih di nomor 35, serta Hendra dan Mustika Sari di nomor 32. Ketiga rumah tersebut dihuni beberapa keluarga, termasuk anak-anak dan balita.

Meski kerusakan tergolong parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga berhasil menyelamatkan diri setelah menyadari kondisi rumah mulai berguncang akibat terjangan ombak.

Salah seorang korban, Suriyani Ningsih atau akrab dipanggil Atun mengaku, keluarganya sudah bersiap mengungsi beberapa saat sebelum rumah ambruk. Ia mengatakan tanda-tanda bahaya sudah terlihat ketika tiang rumah mulai bergeser.

“Saya sudah menyuruh adik-adik saya mengeluarkan motor, lalu bapak, mama, kakak, dan yang lain mulai memindahkan barang-barang ke dapur. Tidak lama kemudian rumah sudah terasa bergoyang,” kata Atun ditemui di lokasi kejadian, Jum’at (10/7/2026).

Ia mengatakan seluruh anggota keluarga segera berkumpul di ruang tamu agar lebih mudah menyelamatkan diri apabila rumah benar-benar roboh.

“Kami memang sudah berjaga-jaga. Tidak ada yang tidur di kamar. Begitu rumah mulai ambruk, semua langsung keluar. Kami sempat berada di air saat menyelamatkan diri,” ujarnya.

Menurut Atun, ombak yang menghantam rumah diperkirakan mencapai sekitar 3 meter. Beruntung, seluruh anggota keluarganya berhasil keluar sebelum bangunan runtuh.

“Alhamdulillah semua selamat. Tidak ada korban jiwa. Hanya ada luka-luka ringan karena terkena paku, papan, dan seng saat menyelamatkan anak-anak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Sukandar mengatakan, kerusakan yang terjadi cukup parah. Tiga rumah mengalami kerusakan total, sedangkan satu rumah lainnya terdampak sehingga penghuninya juga harus mengungsi demi alasan keselamatan.

“Yang benar-benar hancur ada tiga rumah. Satu rumah lagi terdampak. Kami akan berkoordinasi dengan pemilik rumah, kelurahan, kecamatan, serta BPBD untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Sukandar.

Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Beberapa warga hanya mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan diri maupun mengevakuasi barang-barang.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya luka-luka ringan dan semuanya sudah tertangani,” ujarnya.

Sukandar menambahkan, kebutuhan mendesak para korban saat ini adalah bantuan logistik, pakaian, serta tempat tinggal sementara. Sebab, sebagian besar harta benda warga hanyut atau rusak akibat diterjang air laut.

“Di lokasi ada anak-anak usia sekolah dan dua bayi yang membutuhkan perhatian khusus. Banyak pakaian warga yang hilang atau basah terkena air, sehingga bantuan logistik sangat dibutuhkan,” katanya.

Hingga Jumat pagi, warga bersama aparat kelurahan dan instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan serta kebutuhan para korban. Pemerintah juga berkoordinasi untuk menyiapkan langkah penanganan dan bantuan bagi warga terdampak bencana gelombang pasang tersebut.

Tinggalkan Komentar