UMKM Kaltim Tembus 293 Ribu Unit, Rudy Mas’ud Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud, SE., ME., menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. Menurutnya, UMKM telah terbukti menjadi sektor yang paling tangguh saat berbagai krisis melanda.
Hal itu disampaikan Rudy saat menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (17/6/2026).
“Tidak hanya jumlah pelaku usaha dan pesertanya saja yang terus bertambah, tetapi omzet dan kesejahteraannya juga harus tumbuh pesat,” kata Rudy dalam sambutannya.
Rudy menilai pengalaman selama beberapa dekade menunjukkan UMKM mampu bertahan bahkan ketika sektor usaha besar mengalami tekanan. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pendampingan agar pelaku usaha dapat berkembang lebih cepat dan berdaya saing.
“Ketika banyak pengusaha besar kolaps, UMKM terbukti mampu tetap tumbuh dan menjadi penopang ekonomi negara kita, khususnya di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga akhir 2025, jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai 293.525 unit. Mayoritas merupakan usaha mikro sebanyak 291.947 unit, sedangkan sisanya terdiri dari 1.293 usaha kecil dan 285 usaha menengah.
Melihat potensi tersebut, Pemprov Kaltim menyiapkan sejumlah program prioritas pada 2026. Salah satunya melalui pengembangan UMKM berbasis ekspor dengan target 100 pelaku usaha mengikuti bimbingan teknis ekspor.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan fasilitasi sertifikasi usaha, memperluas kemitraan bisnis, serta meningkatkan literasi digital bagi pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha.
Di sisi lain, program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu ditargetkan menjangkau 1.050 pelaku usaha melalui berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari kuliner, barista, digital printing, menjahit, hingga sertifikasi kompetensi.
Rudy mengatakan transformasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah usaha, tetapi juga perubahan kualitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Dari usaha yang belum memiliki legalitas menjadi usaha yang tertib administrasi. Dari usaha tradisional menjadi usaha yang memanfaatkan teknologi digital. Dari usaha yang hanya bertahan menjadi usaha yang mampu berkembang dan membuka peluang baru,” katanya.
Untuk memperkuat ekosistem usaha, Pemprov Kaltim juga menyiapkan sejumlah proyek strategis. Di antaranya pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) pakan ternak dan RPB Pamigo di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta pengembangan kawasan industri yang direncanakan mulai dibangun pada 2027.
Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu yang sebelumnya telah berjalan di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara juga akan diperluas ke sejumlah daerah lain seperti Bontang, Penajam Paser Utara, Berau, serta kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.
Selain itu, pembangunan Pusat Distribusi Provinsi mulai memasuki tahap lanjutan setelah penyusunan Detail Engineering Design (DED) rampung pada 2025.
Pengembangan sarana dan prasarana tahap pertama dijadwalkan dimulai tahun ini.
Rudy menekankan dukungan seluruh pemerintah kabupaten dan kota menjadi kunci keberhasilan pengembangan UMKM di Kalimantan Timur.
Ia berharap keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Kami mengajak seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Kalimantan Timur untuk selalu berpihak kepada UMKM. Dengan demikian UMKM dapat segera naik kelas, ekonomi daerah semakin kuat, angka pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Rudy. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
