Wagub Kaltim Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Cetak Pemimpin Strategis Masa Depan
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mendorong penguatan kolaborasi antarlembaga dalam menyiapkan kader pemimpin birokrasi yang adaptif dan strategis menghadapi tantangan masa depan, khususnya menyongsong perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administrasi Negara RI di Samarinda, Selasa (5/5/2026).
Dalam arahannya, Seno Aji menegaskan bahwa transformasi birokrasi membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran IKN akan membawa dinamika baru bagi Kalimantan Timur sehingga diperlukan aparatur yang visioner, responsif, dan inovatif.
“Kepemimpinan birokrasi tidak cukup hanya mengurus administrasi. Pemimpin harus memiliki visi, keberanian mengambil keputusan, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara LAN RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur negara. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan pemimpin strategis yang mampu membawa organisasi lebih maju dan adaptif terhadap perubahan.
Sementara itu, Sekretaris Utama LAN RI, Andi Taufik, dalam sambutan pembukaan mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti proses pembelajaran secara maksimal. Pelatihan PKN Tingkat II Angkatan X dijadwalkan berlangsung sejak 5 Mei hingga 24 September 2026 dengan total 923 jam pelajaran.
Ia menyebut proses pembelajaran akan berjalan efektif apabila peserta mengikuti seluruh tahapan dengan semangat dan suasana hati yang positif.
“Pembelajaran akan menghasilkan capaian terbaik ketika dijalani dengan rasa bahagia. Learning is most effective when it is fun,” katanya.
Kepala Pusjar SKPP LAN RI, Rahmat, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh 66 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah di Indonesia. Jumlah tersebut melebihi kuota normal yang biasanya hanya 60 peserta.
Sebagian besar peserta berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebanyak 34 orang. Selebihnya merupakan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah, di antaranya Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Timur, Mahakam Ulu, Paser, Berau, Murung Raya, hingga Kabupaten Maybrat di Papua Barat Daya.
Rahmat menambahkan, metode pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem blended learning atau kombinasi antara pembelajaran klasikal dan non-klasikal dengan pendekatan experiential learning. Model tersebut memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar melalui kelas, praktik kerja, hingga pembelajaran mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga membacakan pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme, integritas, serta etika selama mengikuti pelatihan.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan instansi vertikal, baik secara langsung maupun daring, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara di Indonesia.
Sumber: Biro Adpim Pemprov Kaltim
BACA JUGA
