Wali Kota Balikpapan Ajak Pelaku Usaha Balikpapan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas'ud, SE., ME.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat di Kota Balikpapan untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS.

Ajakan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap pendataan ekonomi nasional yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut. Menurut dia, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memberikan data usaha secara lengkap dan jujur.

“Saya mengajak kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat Kota Balikpapan untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur. Partisipasi kita semua sangat menentukan keberhasilan sensus ini,” katanya, Senin (11/5/2026).

Rahmad menilai, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah. Dengan data yang valid, pemerintah dapat memetakan kondisi usaha, potensi ekonomi, hingga kebutuhan pengembangan sektor usaha secara lebih tepat sasaran.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan perekonomian yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional BPS untuk mendata seluruh aktivitas usaha nonpertanian di Indonesia, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar. Pendataan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi nasional dan daerah.

BPS menyebutkan, rangkaian pelaksanaan SE2026 resmi dimulai sejak 1 Mei 2026. Untuk tahap awal, pelaku usaha besar akan menerima tautan pengisian data secara daring melalui email dan WhatsApp resmi dari BPS.

Selanjutnya, pendataan lapangan kepada pelaku UMKM dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni hingga Juli 2026.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti sebelumnya menyampaikan bahwa SE2026 menjadi momentum penting untuk membaca kembali kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Data hasil sensus nantinya akan digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi, penyusunan indikator pembangunan, hingga evaluasi program pemerintah.

BPS juga menargetkan pendataan terhadap lebih dari 30 juta unit usaha di seluruh Indonesia dalam pelaksanaan sensus kali ini. Selain melibatkan ratusan ribu petugas lapangan, BPS juga memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna meningkatkan akurasi data dan efisiensi pendataan.

Di Kota Balikpapan, pelaksanaan SE2026 diharapkan mampu memberikan gambaran aktual mengenai perkembangan sektor perdagangan, jasa, industri, hingga UMKM yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pun berharap seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas resmi BPS dan memberikan informasi usaha sesuai kondisi sebenarnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar