Disperindagkop Paser Benahi Pasar Senaken agar Ramah Disabilitas dan Penuhi Standar SNI

PASER, Gerbangkaltim.com  – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser berkomitmen membenahi Pasar Induk Penyembolum Senaken agar menjadi pasar rakyat yang ramah disabilitas dan memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pembenahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pasar sekaligus menciptakan lingkungan belanja yang aman, nyaman, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Kepala Disperindagkop UKM Paser, Yusuf, mengatakan penyediaan fasilitas ramah disabilitas menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan Pasar Induk Penyembolum Senaken. Menurutnya, pasar sebagai fasilitas publik harus mampu memberikan pelayanan yang setara kepada setiap pengunjung.

“Langkah ini untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas, dapat mengakses serta memanfaatkan fasilitas pasar umum dengan aman dan nyaman,” kata Yusuf, Rabu (21/10).

Fasilitas ramah disabilitas masih terbatas

Yusuf mengungkapkan, berdasarkan hasil penilaian mandiri, ketersediaan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas di pasar terbesar di Kabupaten Paser tersebut masih sangat terbatas.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan secara bertahap. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, penyediaan fasilitas yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pasar rakyat yang inklusif.

“Kondisi ini yang membuat kami terdorong untuk segera melakukan pembenahan agar pasar benar-benar inklusif,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Disperindagkop UKM Paser berencana membangun fasilitas sanitasi berupa toilet khusus yang dirancang sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memudahkan pengunjung dengan keterbatasan mobilitas saat menggunakan sarana umum di lingkungan pasar. Dengan begitu, mereka dapat beraktivitas tanpa harus menghadapi hambatan akses yang seharusnya bisa diatasi melalui penyediaan infrastruktur yang tepat.

Pembenahan pasar tidak hanya soal toilet

Selain membangun toilet ramah disabilitas, upaya mewujudkan pasar inklusif juga perlu didukung dengan penataan fasilitas lainnya. Di antaranya penyediaan jalur akses yang aman, area berjalan yang tidak terhalang, rambu petunjuk yang mudah dipahami, serta ruang gerak yang memadai bagi pengunjung pengguna kursi roda maupun alat bantu mobilitas lainnya.

Penataan tersebut penting agar penyandang disabilitas dapat menjangkau berbagai fasilitas pasar dengan lebih mudah. Akses yang baik juga berpotensi memberikan kenyamanan bagi kelompok masyarakat lain, seperti lansia, ibu hamil, dan orang tua yang membawa anak kecil.

Di sisi lain, pemenuhan kriteria SNI Pasar Rakyat menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pengelolaan pasar secara menyeluruh. Pembenahan tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Disperindagkop UKM Paser berharap Pasar Induk Penyembolum Senaken dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata dan inklusif.

Pasar Senaken sendiri memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Paser. Karena itu, peningkatan kualitas fasilitas diharapkan tidak hanya mendukung kenyamanan pengunjung, tetapi juga menciptakan lingkungan perdagangan yang semakin baik bagi pedagang maupun pembeli.

Ke depan, pembenahan secara bertahap diharapkan dapat memperkuat fungsi Pasar Senaken sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus mendorong terwujudnya pasar yang memenuhi standar dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara lebih merata. (adv)

Tinggalkan Komentar