Torehkan Sejarah, Kalsel Dipilih Jadi Tuan Rumah Muktamar XXI IMM
Jakarta, Gerbangkaltim.com — Kalimantan Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM menetapkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah Muktamar XXI IMM yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2027.
Penetapan tersebut sekaligus menghidupkan kembali catatan sejarah perjalanan IMM di Kalimantan Selatan. Sebelumnya, daerah itu pernah menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) II IMM pada 26–30 November 1967.
Sekretaris Jenderal DPP IMM, Muhammad Zaki Mubarak mengatakan, keputusan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah merupakan tindak lanjut dari proses pengusulan dalam Tanwir XXXIII IMM di Malang.
Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan melalui Rapat Pleno DPP IMM sesuai mekanisme organisasi.
“Berdasarkan proses pengusulan dalam Tanwir XXXIII dan tindak lanjut melalui Rapat Pleno DPP IMM, Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar XXI. Keputusan ini merupakan amanah organisasi yang harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan seluruh elemen Ikatan,” ujar Zaki, Minggu (18/10/2026).
Menurut dia, pelaksanaan Muktamar XXI di Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Forum tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan sejarah dan konsolidasi gerakan IMM.
Muktamar nantinya menjadi ruang bagi kader untuk membahas gagasan, merumuskan arah organisasi, sekaligus menentukan kepemimpinan IMM untuk periode berikutnya.
Sebelumnya, DPP IMM telah menggelar Tanwir XXXIV di Tangerang, Banten, pada 2–5 September 2026. Tanwir Pra-Muktamar tersebut menetapkan lima calon Ketua Umum DPP IMM dan 52 calon formatur DPP IMM.
Forum itu juga membahas serta merumuskan materi tanfidz yang akan menjadi salah satu materi dalam Muktamar XXI IMM.
DPP IMM mengajak seluruh pimpinan, kader, alumni, dan keluarga besar Muhammadiyah untuk terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar XXI.
Kalimantan Selatan diharapkan dapat menjadi tuan rumah yang mampu menghadirkan forum yang inklusif dan menggembirakan, sekaligus tetap mencerminkan tradisi intelektual serta semangat persaudaraan di lingkungan IMM.
Zaki mengatakan dinamika dalam Muktamar merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Perbedaan pandangan, termasuk dalam kontestasi pemilihan kepemimpinan, dinilai sebagai hal yang wajar selama tetap diarahkan untuk kepentingan organisasi.
“Muktamar adalah ruang bersama. Perbedaan gagasan dan dinamika kontestasi pemilihan kepemimpinan baru merupakan bagian dari demokrasi organisasi, tetapi semuanya harus bermuara pada kemajuan IMM serta kontribusi yang lebih besar bagi bangsa, umat, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Zaki.
Melalui Muktamar XXI, DPP IMM berharap konsolidasi organisasi semakin kuat dan solidaritas kader tetap terjaga. Forum tersebut juga diharapkan mampu melahirkan arah gerakan IMM yang semakin relevan dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
BACA JUGA
