7 Hektare Lahan di Kubar Terbakar, Tim Gabungan Beraksi!

Karhutla
Tim gabungan Polsek Bentian Besar, Koramil, Damkar, PT BCPM, dan warga bergotong royong memadamkan kebakaran lahan seluas 7 hektare di Kampung Dilang Puti, Kutai Barat, Minggu (11/10/2026).

KUTAI BARAT, Gerbangkaltim.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar kembali menerjang kawasan pedalaman Kalimantan Timur. Kali ini, amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya 7 hektare lahan terbuka dan gambut di Kampung Dilang Puti RT 06, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, pada Minggu (11/10/2026).

Insiden karhutla tersebut pertama kali terdeteksi sekitar pukul 13.00 WITA ketika seorang warga setempat yang hendak menuju ladang melihat kepulan asap tebal dan kobaran api yang kian membesar. Menyadari bahaya yang mengintai, warga tersebut bergegas melapor ke Polsek Bentian Besar dan meminta bantuan pemadaman darurat.

Menerima laporan kritis tersebut, Polsek Bentian Besar Polres Kutai Barat langsung memimpin mobilisasi tim gabungan skala besar. Personel kepolisian bahu-membahu bersama anggota Koramil, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), tim tanggap darurat PT BCPM, Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta puluhan warga lokal untuk menerjunkan operasi pemadaman terpadu.

Guna menaklukkan lidah api yang membakar lahan seluas 7 hektare tersebut, armada tempur dikerahkan secara maksimal. Tim memobilisasi satu unit truk pemadam kebakaran, satu unit armada Damkar Slip-On, satu unit mobil tangki air kapasitas besar milik PT BCPM, satu unit truk tangki warga, serta lima unit mobil pikap yang telah dimodifikasi menggunakan tangki air portabel.

Namun, proses penjinakan si jago merah di lapangan dihadapkan pada hambatan geografis yang amat berat. Karakteristik lahan gambut yang tebal membuat api mudah menjalar di bawah permukaan, diperparah oleh minimnya jangkauan sinyal komunikasi, keterbatasan panjang selang air, medan darat yang terjal, serta jauhnya titik pasokan sumber air.

Kendati harus bertempur menembus kepulan asap pekat hingga malam hari, kerja keras dan soliditas tanpa lelah seluruh personel akhirnya membuah hasil manis. Kobaran api utama berhasil dilokalisir dan dipadamkan total sekitar pukul 19.30 WITA, yang dilanjutkan dengan penyiraman pendinginan (cooling down) hingga malam untuk melenyapkan sisa bara gambut tersembunyi.

Hingga saat ini, penyebab pasti awal mula munculnya api masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Kutai Barat. Kepolisian mengimbau keras warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran, mengingat dampak kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan kelestarian ekosistem.

Sumber: Humas Polda Kaltim

Tinggalkan Komentar