Lapas Banjarmasin Salurkan Zakat Fitrah Warga Binaan ke BAZNAS, Wujud Kepedulian dan Pembinaan Spiritual
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lapas Kelas IIA Banjarmasin menyalurkan zakat fitrah yang dihimpun dari warga binaan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin, Kamis (20/3/2026).
Zakat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, kepada Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Banjarmasin, H. Ibrahim Ashabirin, M.I.Kom. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Banjarmasin, Ahmad Muammar.
Sementara dari jajaran Lapas, Kalapas didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Gilang Wisnuwardhana, serta Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari.
Bagi Akhmad Herriansyah, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan jembatan kecil yang menghubungkan warga binaan dengan dunia luar—dengan sesama, dengan empati, dan dengan harapan yang terus dijaga.
“Zakat fitrah ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk tetap menjalankan kewajiban agamanya, sekaligus belajar berbagi dengan sesama. Harapan kami, nilai-nilai ini terus melekat hingga mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Kasi Binadik, Gilang Wisnuwardhana, menilai antusiasme warga binaan bukan sekadar angkak partisipasi, melainkan cerminan perubahan yang tumbuh dari dalam diri.
“Alhamdulillah, warga binaan sangat antusias dan berpartisipasi aktif. Ini menjadi indikator bahwa pembinaan keagamaan berjalan dengan baik dan menyentuh sisi hati mereka, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan sejatinya bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi tentang proses memulihkan nilai—bagaimana seseorang kembali memahami arti memberi, sekecil apa pun itu, dengan tulus.
Sementara itu, pihak BAZNAS Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Amanah zakat yang diterima akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak, agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.
Di balik tembok yang kerap dianggap sebagai batas, nyatanya selalu ada ruang untuk bertumbuh. Dari zakat yang terkumpul, dari niat yang dipupuk, lahir harapan—bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan, perlahan akan menuntun pada perubahan yang lebih besar.
BACA JUGA
