Antisipasi Karhutla dan Erupsi, Bandara Sepinggan Bagikan 500 Masker kepada Calon Penumpang

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan
Pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan membagikan lebih dari 500 masker kepada penumpang sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas erupsi gunung anak Gunung Kataratau yang berdampak pada penerbangan. Sabtu (8/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan membagikan lebih dari 500 masker kepada penumpang sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas erupsi gunung anak Gunung Kataratau yang berdampak pada penerbangan.

Pembagian masker dilakukan kepada penumpang yang akan bepergian ke berbagai daerah, terutama pada rute Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan di area check in Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan sekitarnya.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Risdianto mengatakan, pembagian masker melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan Bandara SAMS Sepinggan.

“Hari ini memang kita lagi bagi-bagi masker kepada para penumpang ke semua jurusan, baik ke Jakarta, terutama yang ke Jakarta, Surabaya, dan daerah-daerah lain,” kata Iwan, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pembagian masker merupakan langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang dapat terdampak karhutla. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak aktivitas erupsi yang berpotensi mengganggu kualitas udara dan perjalanan masyarakat.

Iwan menyebut, pada tahap awal pihaknya menyiapkan sekitar 500 masker untuk dibagikan kepada para penumpang.

“Untuk saat ini kita bagi kurang lebih ada sekitar 500 lebih masker yang kita bagi ke penumpang,” ujarnya.

Pembagian masker tersebut belum ditentukan batas waktunya. Pihak bandara akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Jika situasi belum sepenuhnya terkendali dan masyarakat masih membutuhkan perlindungan tambahan, pengelola bandara akan kembali menyediakan masker.

“Kita lihat situasi. Ketika situasi sudah mulai terkendali dan masyarakat juga masih membutuhkan masker, tentunya kita akan siapkan lagi masker semaksimal mungkin yang akan kita bagi ke masyarakat yang akan berangkat, sambil melihat situasi,” kata Iwan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bandara SAMS Sepinggan untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada penumpang di tengah kondisi lingkungan yang dipengaruhi karhutla dan aktivitas vulkanik.

Tinggalkan Komentar