Antusiasme Salat Id di Masjid Negara IKN Cerminkan Pemerataan Pembangunan Nasional
Nusantara, Gerbangkaltim.com — Pelaksanaan salat Idul Fitri perdana di Masjid Negara kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berlangsung khidmat dan dipadati masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan, Sabtu. Tingginya partisipasi warga dinilai menjadi simbol awal tumbuhnya kehidupan sosial dan keagamaan di ibu kota baru sekaligus mencerminkan arah pemerataan pembangunan nasional.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya salat Id di Masjid Negara IKN dengan antusiasme tinggi dari masyarakat lintas daerah.
“Alhamdulillah kita bisa menyelenggarakan salat Idul Fitri hari ini di masjid kita. Antusiasmenya besar sekali, tidak hanya dari Balikpapan, Samarinda, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Kalimantan,” ujar Basuki, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Basuki, momentum Idul Fitri ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menandai dimulainya pembangunan kehidupan masyarakat yang lebih luas di IKN. Ia menekankan bahwa pembangunan di IKN dirancang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada aspek sosial dan spiritual.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pembangunan fasilitas ibadah yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Selain masjid, sejumlah rumah ibadah agama lain juga tengah disiapkan secara bertahap.
“Semua dibangun untuk mencerminkan Indonesia yang beragam, sehingga masyarakat bisa hidup berdampingan dengan harmonis,” kata Basuki.
Lebih lanjut, Basuki menegaskan bahwa kehadiran IKN merupakan bagian dari strategi besar untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional yang selama ini terpusat di wilayah tertentu, khususnya di Jakarta.
“Dengan berpindahnya pusat pemerintahan ke IKN, kita ingin pembangunan tidak lagi terpusat, tetapi merata ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan sebagai bagian penting dari Nusantara,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Abrar Duraesa, menilai pelaksanaan salat Id di IKN mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun keseimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik.
Menurut dia, IKN menjadi simbol pergeseran paradigma pembangunan dari yang sebelumnya berorientasi Jawa-sentris menuju Indonesia-sentris.
“Ini menjadi tanda bahwa pemerataan pembangunan benar-benar dimulai, dengan menjadikan wilayah tengah Indonesia sebagai pusat gravitasi baru,” kata Abrar.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menambahkan bahwa masjid di kawasan IKN telah difungsikan sejak awal Ramadhan sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat.
Ia menyebutkan, masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan umat, dan kegiatan sosial lainnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran warga yang datang sejak dini hari. Salah satunya Yuli Shanti Novianti, warga Balikpapan, yang mengaku sengaja datang lebih awal demi merasakan suasana salat Id di ibu kota baru.
Pelaksanaan salat Idul Fitri ini menjadi salah satu penanda awal terbentuknya kehidupan masyarakat yang inklusif dan beragam di IKN.
Seiring dengan pembangunan fisik yang terus berjalan, pemerintah berharap kawasan ini dapat tumbuh sebagai pusat baru yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga mencerminkan pemerataan pembangunan sosial, budaya, dan spiritual di Indonesia.
BACA JUGA
