Panen 95 Karung Jagung, Polsek Balikpapan Timur Perkuat Ketahanan Pangan di Lamaru

Polsek Balikpapan Timur
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Balikpapan Timur, Polresta Balikpapan, kembali membuahkan hasil. Sebanyak 95 karung jagung gelondongan dipanen dari lahan seluas 2 hektare di Jalan Padat Karya RT 09, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (8/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Balikpapan Timur, Polresta Balikpapan, kembali membuahkan hasil. Sebanyak 95 karung jagung gelondongan dipanen dari lahan seluas 2 hektare di Jalan Padat Karya RT 09, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (8/8/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari program Asta Cita ketahanan pangan kwartal II 2026 sekaligus bentuk pendampingan kepolisian terhadap kelompok tani di wilayah Balikpapan Timur.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Panen ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap program Asta Cita, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Kami bersama kelompok tani dan dinas terkait terus mendorong agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif,” kata Chusen.

Menurut dia, hasil panen jagung tersebut masih dalam proses penjemuran dan pemipilan. Karena itu, jumlah hasil akhir masih akan dihitung setelah seluruh jagung melalui tahapan pascapanen.

“Dari lahan seluas dua hektare ini, sementara diperoleh 95 karung jagung gelondongan. Saat ini masih dalam tahap penjemuran dan pemipilan sehingga hasil akhirnya akan diketahui setelah proses tersebut selesai,” ujarnya.

Panen dilakukan bersama jajaran Polsek Balikpapan Timur, Dinas Pertanian Kota Balikpapan, penyuluh pertanian, serta Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Balai Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Balikpapan Timur Ratna Sari Dewi, penyuluh pertanian Deni Darmawan dan Melinda Theresia Sirait, serta sejumlah personel Polsek Balikpapan Timur.

Chusen menambahkan, keterlibatan kepolisian dalam program tersebut tidak hanya sebatas melakukan penanaman dan panen. Pendampingan terhadap petani juga menjadi bagian penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami ingin pendampingan ini tidak berhenti pada saat panen. Petani perlu terus didukung, mulai dari pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman hingga pascapanen, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” katanya.

Ia berharap hasil panen tersebut dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani sekaligus menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dan kepolisian dalam mendukung ketersediaan pangan.

“Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama,” tutur Chusen.

Panen jagung di Lamaru tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi program Asta Cita di tingkat kewilayahan, dengan melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam menjaga produktivitas sektor pangan.

Tinggalkan Komentar