Bacitra Makin Diminati, Keterisian Bus di Balikpapan Tembus 140 Persen

Pemkot Balikpapan
Minat warga Balikpapan menggunakan transportasi publik menunjukkan tren positif. Tingkat keterisian penumpang Balikpapan City Trans (Bacitra) tercatat mencapai 93 hingga 140 persen sepanjang Agustus 2026. Sabtu (29/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Minat warga Balikpapan menggunakan transportasi publik menunjukkan tren positif. Tingkat keterisian penumpang Balikpapan City Trans (Bacitra) tercatat mencapai 93 hingga 140 persen sepanjang Agustus 2026.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan tingginya keterisian penumpang menjadi indikator bahwa layanan transportasi publik dengan skema Buy The Service (BTS) semakin diterima masyarakat.

“Per hari ini terdapat 21 unit armada bus Bacitra yang melayani tiga koridor, dengan tambahan tiga unit bus sebagai cadangan. Tingkat keterisian di bulan Agustus ini mencapai 93 persen sampai dengan 140 persen,” kata Agus, Jumat (28/8/2026).

Menurut Agus, angka tersebut menunjukkan masyarakat mulai menjadikan transportasi umum massal sebagai salah satu pilihan dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi itu sekaligus dinilai menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendorong perubahan budaya bertransportasi, dari penggunaan kendaraan pribadi menuju angkutan umum.

Terlebih, Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

“Sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan memegang peranan yang sangat vital dalam mengawal pembangunan nasional. Konsekuensinya, lonjakan mobilitas orang dan logistik meningkat secara signifikan,” ujar Agus.

Karena itu, Pemkot Balikpapan memprioritaskan penguatan konektivitas, aksesibilitas, serta integrasi angkutan umum massal dalam kebijakan pembangunan sektor perhubungan darat.

Agus mengatakan penguatan transportasi publik diperlukan untuk mengantisipasi persoalan kemacetan seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga.

“Dengan visi mewujudkan ‘Balikpapan Nyaman untuk Semua’, kenyamanan kota ini sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola transportasi publik hari ini untuk mengantisipasi kemacetan di masa depan,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, salah satunya pembangunan halte baru di berbagai koridor utama Bacitra.

Pembangunan halte tersebut akan diarahkan pada lokasi-lokasi strategis yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi. Selain memudahkan akses penumpang, halte juga akan dirancang agar lebih inklusif.

“Halte-halte baru ini nantinya dirancang ramah disabilitas, nyaman, dan terintegrasi dengan pusat mobilitas warga,” tutur Agus.

Tak hanya halte, pemerintah juga memperkuat fasilitas di titik-titik yang menjadi simpul pergerakan masyarakat. Zona khusus pick-up dan drop-off disiapkan di sejumlah lokasi, di antaranya Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang.

Menurut Agus, penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat perpindahan masyarakat menuju transportasi publik berlangsung secara bertahap dan lebih mudah.

“Ditambah dengan sinergi penyediaan zona khusus pick-up dan drop-off di simpul penting seperti Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, ini merupakan upaya untuk mempermudah warga secara bertahap beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal,” pungkasnya.

Pemkot Balikpapan berharap peningkatan jumlah pengguna Bacitra dapat terus berlanjut seiring dengan pembenahan sarana dan integrasi transportasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sistem mobilitas perkotaan yang lebih terkoneksi di tengah pertumbuhan Balikpapan sebagai kota penyangga IKN. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar