Karhutla Tol Balsam Padam, Polsek Samboja Pantau Titik Api
KUTAI KARTANEGARA, Gerbangkaltim.com – Karhutla Tol Balsam di kawasan lahan gambut STA 31.600, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil dikendalikan petugas gabungan, Rabu (25/8/2026).
Kebakaran yang melanda lahan gambut dengan vegetasi semak belukar tersebut pertama kali diketahui setelah masyarakat melihat kepulan asap pekat dari kawasan sekitar ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).
Laporan warga kemudian direspons dengan pengerahan personel gabungan ke lokasi. Polsek Samboja bersama TNI, Damkarmatan, Manggala Agni, pengelola jalan tol Jasamarga, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kelurahan, dan unsur terkait lainnya bekerja sama melakukan penanganan.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Vegetasi semak belukar yang mudah terbakar membuat api berpotensi menyebar, sementara bara dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan kembali muncul setelah kobaran utama berhasil dipadamkan.
Kawasan tersebut juga bukan pertama kali mengalami kebakaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran telah terjadi sejak 18 Agustus 2026. Sejumlah titik api sempat kembali muncul sehingga penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung proses pemadaman, puluhan personel gabungan dikerahkan dengan berbagai sarana pendukung. Mobil patroli, mobil tangki air, kendaraan pemadam serta sejumlah kendaraan operasional digunakan untuk menjangkau dan menangani titik-titik yang terbakar.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar kobaran tidak merambat ke area lain di sekitar jalur tol. Koordinasi antarunsur menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian api, mengingat lokasi berada di kawasan yang menjadi akses transportasi penting antara Balikpapan dan Samarinda.
Setelah beberapa jam dilakukan penanganan, kobaran api dan kepulan asap berhasil dikendalikan. Pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.40 WITA.
Namun, berakhirnya kobaran api tidak serta-merta membuat petugas meninggalkan lokasi. Personel tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Langkah tersebut dinilai penting karena karakteristik lahan gambut memungkinkan panas bertahan di bawah permukaan. Jika tidak dilakukan pendinginan dan pemantauan secara menyeluruh, titik api berpotensi muncul kembali.
Polsek Samboja juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kebakaran susulan sekaligus memastikan kondisi di sekitar Ruas Tol Balsam tetap aman.
Selama proses penanganan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ada informasi mengenai korban dalam peristiwa tersebut.
Keberhasilan mengendalikan kebakaran tidak terlepas dari respons cepat petugas dan kerja sama lintas sektor. Kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, Manggala Agni, pengelola jalan tol, pemerintah setempat, relawan, serta masyarakat bersama-sama menghadapi ancaman api di kawasan tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap karhutla perlu dijaga, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki risiko kebakaran berulang. Deteksi dini dan pelaporan masyarakat menjadi bagian penting agar titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur
BACA JUGA
