Menteri Kehutanan Resmikan Pusat Rehabilitasi Long Sam
BERAU, Gerbangkaltim.com – Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam di Kabupaten Berau menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad. Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan dari jajaran Polsek Kelay bersama personel TNI.
Kunjungan tersebut digelar dalam rangka peresmian Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat di Kabupaten Berau.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Camp CAN Borneo (Conservation Action Network Borneo). Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Berau Gamalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pendiri CAN Borneo Linus, serta kelompok masyarakat penerima SK Perhutanan Sosial.
Setibanya di lokasi, Raja Juli Antoni bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang berada di kawasan Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari agenda untuk melihat secara langsung fasilitas serta kegiatan konservasi dan penyelamatan satwa yang dilakukan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Raffi Ahmad menyempatkan diri meninjau kawasan perkebunan kakao di Kampung Merasa. Lokasi tersebut sebelumnya terdampak kebakaran lahan.
Usai melakukan peninjauan, Raffi kemudian kembali bergabung dengan rombongan Menteri Kehutanan untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya di Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam.
Agenda utama kemudian dilanjutkan dengan peresmian pusat rehabilitasi satwa. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sejumlah dukungan untuk upaya konservasi. Di antaranya SK pembentukan kelompok kerja penyelamatan orangutan di lanskap Keraitan serta dukungan kegiatan penyelamatan orangutan di Kalimantan Timur.
Selain itu, SK Perhutanan Sosial juga diserahkan kepada kelompok masyarakat penerima. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi pengamanan, Polsek Kelay bersama personel TNI melakukan penjagaan di sejumlah titik selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Pengamanan dilakukan untuk memastikan agenda kunjungan pejabat negara dapat berjalan tanpa gangguan.
Kapolsek Kelay AKP Lisinius Pinem mengatakan pengamanan merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan.
“Pengamanan kami laksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berjalan aman, tertib, lancar dan tetap kondusif,” ujar Lisinius.
Sebanyak 14 personel Polri diterjunkan dalam pengamanan tersebut di bawah pimpinan langsung Kapolsek Kelay. Personel ditempatkan sesuai kebutuhan di sejumlah lokasi kegiatan.
Koordinasi antara aparat keamanan dan pihak terkait terus dilakukan sepanjang agenda berlangsung. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Seluruh rangkaian kunjungan hingga rombongan meninggalkan Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam menuju Tanjung Redeb berlangsung aman dan lancar.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa di Kalimantan Timur. Di tengah tantangan terhadap kelestarian habitat, keberadaan pusat rehabilitasi menjadi salah satu bagian dari upaya penyelamatan satwa dan pemulihan lingkungan.
Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur
BACA JUGA
