Balikpapan Genjot Program Balikpapan Terang, 1.600 Lampu Jalan Ditarget Rampung Juli 2026

oppo_1026

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat realisasi program Balikpapan Terang melalui pemasangan 1.600 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah kota. Program yang didukung anggaran sekitar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar dari APBD tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026 guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman mengatakan, penambahan jaringan penerangan jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk mendukung aktivitas warga, khususnya pada malam hari.

“Penerangan jalan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, program Balikpapan Terang menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kota tahun ini,” kata Fadli, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, hingga awal Juni 2026 progres pemasangan telah mencapai sekitar 40 persen atau sekitar 500 unit. Saat ini proses pengadaan material dan distribusi perangkat masih berlangsung untuk memenuhi kebutuhan pemasangan di sejumlah titik yang telah ditetapkan.
Sebagian besar komponen PJU didatangkan dari Surabaya. Pemerintah optimistis seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu pada Juli 2026. Dengan begitu, cakupan penerangan jalan di Balikpapan semakin luas dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Selain memasang lampu jalan konvensional, Pemkot Balikpapan juga mengembangkan sistem penerangan yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan. Beberapa di antaranya meliputi PJU berbasis tenaga surya yang lebih ramah lingkungan serta PJU artistik yang berfungsi sebagai penerangan sekaligus mempercantik kawasan perkotaan.

PJU artistik saat ini telah terpasang di sejumlah titik strategis seperti kawasan Balikpapan Baru dan Simpang Dome. Pemerintah juga menyiapkan pemasangan lampu high mast dengan jangkauan penerangan yang lebih luas untuk area tertentu yang membutuhkan pencahayaan maksimal.

Fadli menjelaskan, pengelolaan penerangan jalan di Balikpapan dilakukan secara kolaboratif dengan pembagian kewenangan antarorganisasi perangkat daerah. Dishub bertanggung jawab terhadap PJU dengan tinggi tiang di atas empat meter, sementara lampu dengan tiang di bawah empat meter menjadi kewenangan kecamatan.

Adapun penerangan di kawasan permukiman ditangani Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), sedangkan penerangan di area pemakaman menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Penanganannya memang dibagi sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah sehingga respons terhadap kebutuhan masyarakat bisa lebih cepat dan lebih efektif,” jelas Fadli.

Program Balikpapan Terang juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan di tengah perkembangan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan bertambahnya jumlah lampu jalan, pemerintah berharap dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas, meningkatkan keamanan lingkungan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung pada malam hari.

Pemkot Balikpapan meyakini penambahan 1.600 unit PJU tahun ini akan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kota yang lebih terang, modern, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar