BI Balikpapan Dorong UMKM Naik Kelas, Bekali Pelaku Usaha Strategi Ekspor hingga Digital Marketing

BI
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memperkuat upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Workshop Entrepreneurship 2026 yang diikuti 100 pelaku usaha dari Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Senin (22/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memperkuat upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Workshop Entrepreneurship 2026 yang diikuti 100 pelaku usaha dari Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan daya saing UMKM agar mampu naik kelas.

Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026 tersebut mengusung tema “Akselerasi UMKM Naik Kelas: Memperkuat Fondasi Bisnis, Strategi Pasar, serta Inovasi Produk untuk Mendorong Pengembangan Usaha Secara Berkelanjutan dan Berdaya Saing”. Selain pelaku UMKM, sejumlah pondok pesantren binaan Bank Indonesia yang memiliki unit usaha produktif turut ambil bagian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, UMKM memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan.

“UMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan, kapasitas manajerial, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, hingga akses pasar dan pembiayaan. Karena itu, kami menginisiasi Workshop Entrepreneurship sebagai langkah nyata untuk mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Robi Ariadi.

Menurut Robi, pelatihan dirancang secara komprehensif dan dibagi ke dalam dua kategori, yakni Kelas Fondasi Usaha bagi pelaku UMKM yang masih merintis bisnis serta Kelas Akselerasi Usaha bagi pelaku usaha yang telah berkembang dan ingin memperluas pasar.

Pada kelas akselerasi, peserta mendapatkan materi mengenai kesiapan ekspor (export readiness), strategi membangun model bisnis untuk pasar internasional, pemetaan tren pasar, optimalisasi storytelling dalam pemasaran digital, hingga strategi pembiayaan dan peningkatan nilai transaksi.

Adapun peserta pada kelas fondasi usaha dibekali pengelolaan bisnis yang profesional dan berkelanjutan, pemasaran digital, teknologi kemasan, manajemen operasional, akses pembiayaan, serta penyusunan model bisnis.

“Melalui penguatan kapasitas dan kualitas produk secara berkelanjutan, kami berharap UMKM mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah,” ujar Robi.

Sebagai bagian dari pendekatan yang lebih aplikatif, seluruh peserta diwajibkan menyusun Business Model Canvas (BMC) yang dipresentasikan di hadapan narasumber untuk memperoleh masukan sekaligus menjadi bagian dari kompetisi pengembangan usaha. Rancangan bisnis terbaik akan mendapatkan apresiasi dari KPwBI Balikpapan sebagai dukungan bagi pengembangan usaha ke depan.

Workshop tersebut menghadirkan pelaku UMKM yang telah sukses menembus pasar ekspor sebagai pengajar. Mereka antara lain Nurdini Prihastiti, pendiri Dama Kara dari Jawa Barat yang bergerak di sektor fesyen ready to wear, serta Sri Astutik, Founder dan CEO PT Sari Bhuwana Nusajaya (Aranaspice) dari Jawa Timur yang memasarkan produk rempah alami ke berbagai negara.

Robi menambahkan, penyelenggaraan Workshop Entrepreneurship menjadi bagian dari rangkaian Road to Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang terintegrasi dengan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Otorita IKN, korporasi, lembaga pembiayaan, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem UMKM yang semakin tangguh, inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” kata Robi.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Indonesia Balikpapan berharap UMKM di wilayah selatan Kalimantan Timur dan kawasan IKN dapat semakin siap menghadapi persaingan pasar yang lebih luas, termasuk memanfaatkan peluang ekspor dan transformasi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Tinggalkan Komentar