KPB Mengajar Jangkau 600 Siswa di Balikpapan dan Penajam, Tanamkan Kesadaran Energi Sejak Dini

Pertamina
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali menggulirkan program KPB Mengajar 2026 dengan menyasar sekitar 600 siswa di tiga sekolah yang berada di kawasan operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe. Selasa (4/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali menggulirkan program KPB Mengajar 2026 dengan menyasar sekitar 600 siswa di tiga sekolah yang berada di kawasan operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe. Program yang mengusung tema “Energi untuk Menginspirasi Negeri” ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.

Kegiatan yang telah berjalan sejak 2024 tersebut melibatkan para Perwira PT KPB sebagai relawan pengajar. Mereka turun langsung ke sekolah untuk berbagi pengetahuan mengenai energi, lingkungan, hingga pengalaman bekerja di industri migas, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelajar.
Tiga sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program yakni SD Negeri 028 Penajam Paser Utara, SMP Negeri 4 Balikpapan, dan SMK Negeri 7 Balikpapan. Masing-masing sekolah diikuti sekitar 200 peserta didik sehingga total penerima manfaat mencapai sekitar 600 siswa.

Dalam kegiatan itu, para relawan menerapkan metode pembelajaran interaktif melalui permainan edukatif, kuis, hingga diskusi yang dikemas secara menarik. Materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan proses pengolahan minyak dan pentingnya penggunaan energi secara bijak, tetapi juga mengajak siswa menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat karakter positif sejak dini.

Selain memperoleh materi pembelajaran, para siswa juga menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar mereka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Salah seorang siswa SD Negeri 028 Penajam Paser Utara, Hasya Yurina Artanti, mengaku menikmati suasana belajar yang berbeda dari biasanya.

“Belajarnya seru karena ada permainan dan tebak-tebakan. Kami juga dikenalkan bagaimana proses pengolahan minyak. Saya jadi semakin tertarik dan ingin bisa seperti kakak-kakak yang datang mengajar,” ujarnya.

Kesan serupa juga disampaikan siswa SMP Negeri 4 Balikpapan, Fakhrie Zhafran Khairy, yang menilai penyampaian materi berlangsung menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami.

Bagi para relawan, program tersebut juga menjadi pengalaman berharga. Salah satu relawan, Ray Aditya Rahman, mengatakan keterlibatan dalam KPB Mengajar memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus menginspirasi generasi muda.

“Kami berharap adik-adik tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang energi, tetapi juga terdorong untuk terus bermimpi, rajin belajar, peduli terhadap lingkungan, dan kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Kepala SMK Negeri 7 Balikpapan, Aries Sutriyanto. Menurutnya, program tersebut menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini karena memperkenalkan dunia industri secara langsung kepada para siswa.

“Kami berterima kasih kepada PT KPB atas pelaksanaan program ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman menegaskan, KPB Mengajar merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Melalui KPB Mengajar, kami ingin menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda, mulai dari kesadaran menggunakan energi secara bijak, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Kami berharap program ini dapat terus memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” kata Asep.

Menurutnya, pelaksanaan KPB Mengajar juga sejalan dengan visi pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi melalui peningkatan kualitas pendidikan sejak usia sekolah.

Tinggalkan Komentar