Bocah Hilang di Kutim Ditemukan Tewas, Pelaku Ditangkap

bocah hilang
(Ilustrasi) Tim gabungan menemukan jasad bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sangatta, Kutai Timur, sementara terduga pelaku telah diamankan polisi.

Gerbangkaltim.com, Sangatta – Bocah hilang Kutim ditemukan meninggal setelah tim gabungan dari kepolisian berhasil mengungkap kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Kutai Timur. Korban yang diketahui bernama Royyan Prasetyo (7) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan semak belukar dekat Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi, Sangatta.

Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan aparat kepolisian setelah keluarga melaporkan kehilangan anak tersebut pada Senin (1/6). Sebelumnya, informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial menyebutkan bahwa korban diduga menjadi korban penculikan yang disertai permintaan tebusan.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa kasus tersebut bukan merupakan tindak penculikan. Tim gabungan yang terdiri dari Jatanras Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Timur, dan Polsek Sangatta Utara berhasil mengungkap fakta baru sekaligus mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kematian korban.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kasi Humas Polres Kutai Timur AIPTU Wahyu Winarko membenarkan penemuan jasad bocah tersebut. Menurutnya, korban diduga meninggal akibat tindak pidana yang saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik.

“Korban ditemukan oleh tim gabungan. Kasus ini bukan penculikan sebagaimana yang sempat beredar, melainkan dugaan tindak pidana terhadap anak yang kini sedang didalami penyidik,” ujar Wahyu.

Sementara itu, terduga pelaku berhasil diamankan petugas di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Saat ditangkap, pria tersebut diduga hendak meninggalkan wilayah Kalimantan Timur.

Polisi hingga kini masih mendalami motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut. Penyidik terus menggali keterangan dari terduga pelaku serta mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Wahyu menjelaskan bahwa seluruh proses penyidikan kini berada di bawah penanganan Polda Kalimantan Timur. Kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari kepolisian. Jangan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan,” katanya.

Sebelumnya, sejak laporan kehilangan diterima, tim gabungan telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan keterangan saksi, serta penelusuran berbagai petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban. Upaya tersebut akhirnya mengantarkan petugas menemukan korban sekaligus mengamankan terduga pelaku yang kini menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Kutai Timur dan Kalimantan Timur. Kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan hingga seluruh fakta terungkap secara lengkap.

Sumber :Polres Kutai Timur

Tinggalkan Komentar