Diusulkan Belasan Tahun, Warga Payung-Payung Masih Menanti Penguatan Jaringan Internet

Komdigi
Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar diterima Kepsek SDN 01 Payung Payung di pulau Maratua Kabupaten Berau, Kaltim, Kamis (11/6/2026).

Maratua, Gerbangkaltim.com – Kebutuhan internet di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, terus meningkat seiring berkembangnya layanan pendidikan, administrasi pemerintahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun hingga kini, sebagian warga masih menghadapi keterbatasan jaringan dan berharap adanya peningkatan infrastruktur telekomunikasi yang lebih merata.

Kondisi tersebut terutama dirasakan di sebagian wilayah RT 1 yang hingga saat ini belum menikmati kualitas layanan internet sebagaimana yang dirasakan warga di RT 2.
Di kampung yang berada di salah satu pulau terluar Kalimantan Timur itu, internet tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi.

Kehadirannya telah menjadi kebutuhan utama untuk mendukung proses belajar mengajar, pelayanan administrasi kampung, hingga aktivitas usaha masyarakat yang mulai memanfaatkan platform digital.

Kepala SD Negeri 001 Payung-Payung, Bahridin mengatakan, keberadaan internet telah memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan maupun pelayanan publik. Namun, menurut dia, kualitas jaringan masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal.

“Kami merasakan manfaat internet yang sangat besar, terutama untuk kegiatan sekolah dan administrasi pemerintahan. Namun jaringan yang ada masih perlu ditingkatkan agar pelayanan dan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” kata Sumiati.

Menurutnya, kebutuhan akses internet di sekolah terus meningkat seiring pemanfaatan berbagai platform pembelajaran digital oleh guru dan siswa.
Selain digunakan untuk mengakses materi pembelajaran, jaringan internet juga dibutuhkan untuk pelaporan pendidikan, pengelolaan data sekolah, hingga komunikasi dengan berbagai pihak yang kini dilakukan secara daring.

Pelayanan Kampung Ikut Bergantung pada Internet
Tidak hanya sekolah, layanan administrasi pemerintahan kampung juga semakin bergantung pada konektivitas digital. Berbagai proses pelaporan, pengelolaan keuangan desa, hingga pengiriman data kepada pemerintah daerah kini dilakukan secara online.

Aparat kampung menyebutkan kualitas jaringan yang tidak stabil kerap memperlambat proses pengunggahan dokumen dan pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan fasilitas internet yang tersedia di kantor kampung kini menjadi salah satu titik akses yang banyak dimanfaatkan warga dan pelajar, terutama pada sore hingga malam hari untuk mengerjakan tugas maupun mengakses berbagai layanan digital.

Lonjakan Wisatawan Pengaruhi Kualitas Jaringan
Tantangan lain muncul saat jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Maratua meningkat. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, peningkatan kunjungan wisatawan turut berdampak pada tingginya penggunaan jaringan internet.

Pada periode tertentu, lonjakan trafik pengguna membuat kualitas koneksi menurun sehingga aktivitas yang bergantung pada internet menjadi lebih lambat.
Kondisi tersebut dirasakan tidak hanya oleh pelaku usaha wisata, tetapi juga sekolah, kantor kampung, dan masyarakat yang memanfaatkan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari.

BAKTI Evaluasi Penambahan Kapasitas

Menanggapi kebutuhan tersebut, Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, mengatakan pihaknya terus memantau tingkat pemanfaatan jaringan internet di berbagai wilayah, termasuk Pulau Maratua.

Menurut Fadhilah, evaluasi dilakukan melalui sistem Network Operating System (NOS) yang terpusat sehingga penggunaan bandwidth di setiap titik layanan dapat dipantau secara berkala.

“Setiap usulan peningkatan kapasitas akan kami evaluasi berdasarkan tingkat utilisasi jaringan. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penambahan bandwidth di suatu wilayah,” ujar Fadhilah.

Ia menjelaskan, prioritas peningkatan kapasitas internet diberikan untuk mendukung layanan pendidikan, pemerintahan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, BAKTI juga mempertimbangkan skema pemisahan akses internet antara kebutuhan administrasi pemerintahan dan penggunaan publik agar pelayanan pemerintah tetap berjalan optimal meski trafik pengguna meningkat.

Harapan Akses Digital yang Lebih Merata

Masyarakat Payung-Payung berharap peningkatan kapasitas jaringan dapat segera direalisasikan sehingga seluruh wilayah kampung memperoleh akses internet yang lebih merata dan berkualitas.

Harapan tersebut dinilai penting mengingat internet kini telah menjadi bagian dari infrastruktur dasar yang mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan usaha dan sektor pariwisata.

Di tengah pesatnya transformasi digital yang menjangkau wilayah terluar Indonesia, warga Payung-Payung berharap tidak ada lagi kawasan yang tertinggal dalam memperoleh akses konektivitas yang memadai. Dengan jaringan yang lebih kuat dan stabil, berbagai peluang pendidikan, pelayanan, dan ekonomi diyakini akan semakin terbuka bagi masyarakat Pulau Maratua.

Tinggalkan Komentar