DPKH Kaltim dan Unmul Perkuat Sinergi, Siapkan Program Studi Kedokteran Hewan di Samarinda

DPKH Kaltim
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur bersama Universitas Mulawarman menggelar lokakarya penyusunan kurikulum sebagai langkah awal pembentukan Program Studi Kedokteran Hewan dan Profesi Dokter Hewan di Samarinda.

Gerbangkaltim.com, Samarinda – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama kalangan akademisi. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman dalam rencana pendirian Program Studi Kedokteran Hewan dan Program Studi Profesi Dokter Hewan.

Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan rencana pembentukan program studi yang dirangkaikan dengan kegiatan lokakarya penyusunan kurikulum pada 5–6 Mei 2026 di Samarinda.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Fadli Sufiani, mengatakan pendirian program studi kedokteran hewan menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga medis veteriner yang terus meningkat di Kalimantan Timur.

Menurutnya, keberadaan dokter hewan yang kompeten sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk mendukung sektor peternakan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengendalian penyakit hewan menular dan zoonosis yang berpotensi menular ke manusia.

Fadli menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga profesional veteriner yang mampu menghadapi tantangan kesehatan hewan di masa mendatang.

Ia berharap lulusan program studi tersebut nantinya dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan hewan di Kalimantan Timur, termasuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian wabah penyakit hewan yang berdampak pada sektor peternakan dan ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, kegiatan lokakarya kurikulum menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memberikan pemaparan terkait pengembangan pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Pada hari kedua, peserta mengikuti diskusi kelompok dan pembahasan teknis penyusunan kurikulum sebagai dasar pengembangan program studi.

Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, membuka langsung kegiatan tersebut. Lokakarya juga melibatkan perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Perhimpunan Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia, serta tim pembina dari Universitas Gadjah Mada yang memberikan pendampingan dalam penyusunan kurikulum pendidikan profesi dokter hewan.

Kehadiran program studi kedokteran hewan di Kalimantan Timur dinilai akan menjadi terobosan penting dalam mendukung pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan di wilayah tersebut. Selain memenuhi kebutuhan tenaga medis veteriner lokal, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset, pendidikan, dan pelayanan kesehatan hewan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara DPKH Kaltim dan Unmul tersebut menjadi langkah awal menuju penguatan pendidikan veteriner di Kalimantan Timur sekaligus mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pembangunan sektor peternakan daerah.

Sumber: DPKH Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar