DPR RI Tinjau Langsung SPBU di Balikpapan, Pastikan Stok BBM Stabil dan Distribusi Terkendali

stok BBM Balikpapan
Kunjungan anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, saat meninjau langsung ketersediaan BBM di SPBU Pertamina kawasan MT Haryono, Balikpapan, guna memastikan distribusi energi tetap aman dan stabil.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi XII melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur. Kunjungan lapangan ini dipimpin oleh Syafruddin yang mendatangi salah satu SPBU Pertamina di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan, pada Senin (27/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi energi nasional sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan BBM yang sempat beredar. Dalam keterangannya, Syafruddin menegaskan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Balikpapan dan sekitarnya berada dalam status aman dan terkendali.

Menurutnya, DPR bersama pemerintah dan Pertamina hadir langsung untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian informasi yang valid. Ia juga menekankan pentingnya publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.

“Distribusi BBM di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, dalam kondisi stabil. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dinamika harga BBM, khususnya non-subsidi, tidak terlepas dari faktor global. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini berada di kisaran 90 hingga 100 dolar AS per barel, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menjadi variabel utama dalam penyesuaian harga.

Meski demikian, DPR memastikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Kebijakan penyesuaian saat ini hanya berlaku untuk jenis BBM non-subsidi seperti Dexlite, sementara produk lain seperti Pertamax masih belum mengalami perubahan.

Di sisi lain, kondisi distribusi BBM di lapangan juga dilaporkan semakin membaik. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sebelumnya sempat terjadi kini berangsur normal. Hal ini dinilai sebagai hasil koordinasi intensif antara pemerintah, DPR, dan Pertamina dalam menjaga kelancaran pasokan energi.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, memastikan bahwa pihaknya terus menjaga ketersediaan seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.

Ia menjelaskan bahwa distribusi Pertalite tetap mengikuti kuota yang telah ditetapkan pemerintah, sementara pasokan BBM non-subsidi di wilayah Kalimantan, termasuk Balikpapan, masih dalam kondisi mencukupi.

“Kami berkomitmen menjaga kesinambungan distribusi energi hingga akhir tahun 2026, termasuk memperkuat pasokan BBM non-subsidi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari evaluasi dampak penyesuaian harga BBM non-subsidi terhadap tingkat konsumsi dan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Tinggalkan Komentar