Dubes Australia Sambangi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Diplomasi Sejarah hingga Inklusi Sosial di Balikpapan
Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Komando Daerah Militer VI/Mulawarman menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rode Brazier, dalam rangka mempererat hubungan bilateral sekaligus menelusuri jejak sejarah Perang Dunia II di Balikpapan, Jumat (23/4/2026).
Kunjungan diawali di Museum Kodam VI/Mulawarman dengan agenda peninjauan koleksi persenjataan, khususnya artileri, serta pemutaran film dokumenter yang mengulas pertempuran pasukan Australia di Balikpapan pada periode 1942–1945. Rangkaian ini menjadi refleksi penting atas keterlibatan kedua negara dalam sejarah konflik global di kawasan Asia-Pasifik.
Setibanya di Makodam VI/Mulawarman, Dubes Australia disambut melalui prosesi militer jajar kehormatan yang dipimpin langsung Pangdam VI/Mulawarman, Krido Pramono. Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya menjaga memori sejarah sebagai landasan dalam membangun kerja sama strategis yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Pangdam menekankan bahwa hubungan historis antara Indonesia dan Australia, khususnya di Balikpapan, memiliki nilai strategis dalam memperkuat diplomasi pertahanan. Ia menyebut kedekatan sejarah sebagai modal penting dalam menjaga stabilitas kawasan serta meningkatkan hubungan bilateral yang saling menghormati.
Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah Perang Dunia II, seperti Bunker Pelayaran, Cagar Budaya Meriam Jepang di kawasan Markoni, serta Monumen Tank Matilda di Pasir Ridge. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan peringatan Anzac Day yang rutin digelar untuk mengenang jasa prajurit Australia dan Selandia Baru yang gugur di medan perang.
Selain fokus pada sejarah militer, kunjungan ini juga menyoroti kerja sama di bidang sosial. Rombongan Dubes Australia turut meninjau program inklusi sosial di Kelurahan Telaga Sari yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Australia. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui peningkatan akses pendidikan serta pengurangan stigma sosial di masyarakat.
Pangdam VI/Mulawarman menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai bahwa ketahanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan melalui perwakilannya menyampaikan komitmen dalam memperkuat perlindungan hak penyandang disabilitas, antara lain melalui penyusunan regulasi daerah dan pembentukan kelompok difabel di tingkat kelurahan.
Kunjungan ini mencerminkan penguatan hubungan Indonesia-Australia yang tidak hanya berbasis sejarah, tetapi juga berkembang ke arah kerja sama kemanusiaan dan pembangunan sosial. Kodam VI/Mulawarman pun dinilai terus berperan aktif dalam diplomasi pertahanan yang adaptif terhadap dinamika global.
Sumber: Pendam VI/Mulawarman
BACA JUGA
