Empat Hotspot Karhutla Berau Dijinakkan Tim Gabungan

Karhutla
Tim gabungan Polsek Gunung Tabur, KPHP Berau Utara, Manggala Agni dan BWS Kalimantan V melakukan patroli serta penanganan empat titik hotspot Karhutla di wilayah Berau.

BERAU, Gerbangkaltim.com – Karhutla Berau kembali menjadi perhatian petugas setelah empat titik panas atau hotspot ditemukan di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dan sekitarnya. Tim gabungan bergerak cepat melakukan patroli, pemantauan hingga penanganan titik api untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman warga.

Patroli siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut dilaksanakan Polsek Gunung Tabur jajaran Polres Berau bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara, Manggala Agni dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V, Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dan dipusatkan di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Sebanyak 16 personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam patroli tersebut.

Komposisinya terdiri dari enam personel Polri, enam personel KPHP Berau Utara, dua personel Manggala Agni serta dua personel BWS Kalimantan V.

Sebelum menyisir wilayah, seluruh personel mengikuti briefing untuk menyamakan langkah, pembagian tugas serta teknis penanganan apabila ditemukan titik api. Setelah itu, patroli mulai bergerak sekitar pukul 09.30 WITA dan berlangsung hingga pukul 18.00 WITA.

Petugas menyisir sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kebakaran. Pemantauan juga diarahkan terhadap titik hotspot yang telah terdeteksi sebelumnya agar dapat segera dilakukan penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran di lapangan.

Hasilnya, tim gabungan menemukan empat titik hotspot dengan ukuran medium. Tiga titik berada di lahan milik warga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur. Sementara satu titik lainnya ditemukan di lahan warga Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas. Penanganan dilakukan untuk mengendalikan titik api sehingga tidak berkembang menjadi kobaran yang lebih besar dan menyebar ke area lain.

Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto melalui Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus mengatakan patroli siaga akan terus dilakukan, terutama pada wilayah dengan kondisi lahan yang berpotensi mudah terbakar.

Menurutnya, deteksi dini menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla. Setiap titik api yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.

“Kami bersama unsur terkait terus melakukan patroli dan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi Karhutla. Setiap hotspot yang ditemukan segera ditindaklanjuti agar api tidak berkembang dan meluas,” ujar IPTU Alan Firdaus.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam menjaga lingkungan. Warga diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila menemukan asap atau titik api di sekitar wilayah tempat tinggal maupun lahan yang berpotensi terbakar.

Kesiapsiagaan tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran Polda Kaltim. Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi menyampaikan bahwa peningkatan patroli dan deteksi dini diperlukan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap potensi Karhutla.

“Polda Kaltim terus mendorong jajaran untuk meningkatkan patroli, deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap titik api. Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla meluas,” kata Tedy.

Penanganan Karhutla di lapangan tidak hanya mengandalkan satu institusi. Keterlibatan kepolisian, unsur pengelola kawasan, Manggala Agni dan instansi teknis menjadi bagian dari upaya membangun respons terpadu terhadap ancaman kebakaran.

Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan hotspot selesai, personel kembali ke Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu untuk melaksanakan apel konsolidasi sekitar pukul 18.00 WITA.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib dan kondusif.

Polsek Gunung Tabur bersama unsur terkait menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla secara cepat. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena api yang semula kecil dapat berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas.

Di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar, kewaspadaan menjadi pertahanan pertama. Satu laporan dari masyarakat dan satu respons cepat petugas dapat menjadi pembeda antara titik api yang berhasil dikendalikan dan kebakaran yang telanjur meluas.

Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar