GPM di Balai Kota Tembus Rp56,37 Juta Perhari, Pemkot Balikpapan Siapkan Gelaran di Kecamatan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Balikpapan selama tiga hari mendapat respons tinggi dari masyarakat. Tingginya antusiasme warga bahkan membuat omzet penjualan sejumlah komoditas pangan melampaui ekspektasi pemerintah.
Pada hari pertama pelaksanaan, omzet GPM tercatat sekitar Rp56,37 juta. Komoditas yang banyak dibeli masyarakat antara lain minyak goreng, telur, beras, gula, serta sayur dan buah.
“Antusias masyarakat pengguna Gerakan Pangan Murah itu banyak sekali. Tiga hari itu full, omzetnya juga lumayan selama tiga hari, hari pertama tembus Rp56,37 juta, kalikan saja selama tiga hari,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Sri Wahyuningsih, Senin (26/10/2026).
Menurut dia, tingginya kunjungan masyarakat di halaman Balai Kota di luar perkiraan. Semula, pemerintah memperkirakan lokasi tersebut tidak terlalu ramai karena berada di kawasan perkantoran pemerintahan.
“Kami berpikir di Balai Kota ini kan kawasan pemerintahan, mungkin masyarakat bukan untuk datang. Ternyata justru GPM di sana berhasil,” katanya.
Pada hari pertama, penjualan minyak goreng tercatat sebanyak 78 pak, telur 60 piring, beras premium 200 kilogram, beras SPHP Bulog 1 ton, serta beras premium Bulog 1 ton.
Selain itu, minyak goreng kemasan lainnya terjual sekitar 600 pak dan gula sebanyak 100 kilogram. Sementara komoditas sayur dan buah mencatat omzet sekitar Rp10,4 juta pada hari pertama.
Tingginya respons masyarakat membuat pemerintah berencana kembali menggelar GPM dalam beberapa bulan ke depan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi dan dukungan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia.
“Berdasarkan kesepakatan dengan TPID dan Bank Indonesia, rencananya Oktober ini, November satu kali, kemudian Desember bisa dua kali,” ujar dia.
Pelaksanaan berikutnya tidak selalu dilakukan di halaman Balai Kota. Pemerintah berencana memindahkan lokasi GPM ke sejumlah wilayah kecamatan agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Tidak harus di tempat yang sama. Bisa pindah-pindah, ke kecamatan,” katanya.
GPM Mobile terus diperluas
Selain GPM yang digelar secara terpusat, pemerintah juga terus menjalankan konsep GPM Mobile untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat.
Menurut dia, konsep tersebut sebenarnya sudah berjalan sebelum istilah GPM Mobile lebih banyak digunakan. Sejumlah kegiatan pasar murah telah dilakukan secara rutin di beberapa lokasi.
“GPM Mobile sebenarnya sudah kami lakukan. Di dinas kami sudah melakukan GPM satu minggu empat kali,” katanya.
Pelaksanaan GPM antara lain dilakukan di Taman Tiga Generasi pada Sabtu dan Minggu, Taman Bekapai pada Minggu, serta sejumlah lokasi lainnya.
Konsep mobilisasi pasar murah juga dilakukan dengan menyasar kawasan permukiman melalui kegiatan yang berkeliling ke kelurahan. Bulog turut melakukan kegiatan serupa dengan mendatangi sejumlah wilayah.
“Bulog tahun ini sudah tiga kali keliling-keliling di kelurahan. Ditambah dengan pasar murah dari dinas yang juga mobile, menggunakan mobil,” ujarnya.
Pemerintah berharap pola tersebut dapat memperluas jangkauan distribusi pangan murah sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Dengan tingginya minat masyarakat pada pelaksanaan GPM di Balai Kota, pemerintah menilai model pasar murah yang berpindah-pindah menjadi salah satu cara efektif untuk mendekatkan akses pangan kepada warga di berbagai wilayah Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
