Hari Kedua Pencarian, Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal oleh Tim SAR Gabungan

nelayan Muara Badak ditemukan
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang ditemukan di perairan Muara Badak Ulu setelah dua hari pencarian intensif di Kutai Kartanegara.

Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara — Operasi pencarian terhadap nelayan yang hilang di perairan Muara Badak Ulu akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Balikpapan berhasil menemukan korban, Muhammad Rizal (33), dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Jumat (1/5/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saat menjaring udang di wilayah perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Insiden terjadi ketika korban berusaha mengejar perahunya yang hanyut, namun tidak mampu melawan derasnya arus.

Operasi pencarian hari kedua dimulai dengan briefing pada pukul 07.00 WITA untuk menyusun strategi penyisiran. Tim SAR kemudian melakukan pencarian di area sekitar lokasi kejadian dengan cakupan kurang lebih dua mil laut persegi. Fokus pencarian diarahkan mengikuti arus ke hilir, berdasarkan analisis pergerakan air.

Komandan Search and Rescue Unit (SRU), Nur Ngalim, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 07.50 WITA pada jarak kurang lebih 200 meter dari titik awal kejadian. Lokasi penemuan berada di koordinat 0°20’53.0″S dan 117°27’07.4″E.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya langsung dilakukan proses evakuasi dan jenazah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR gabungan melakukan debriefing dan evaluasi operasi pada pukul 08.30 WITA. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Dinas Pemadam Kebakaran Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, serta masyarakat nelayan setempat. Sejumlah peralatan juga dikerahkan, seperti perahu karet Basarnas, speed boat, hingga perlengkapan selam dan medis.

Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya gelombang yang cukup tinggi serta potensi ancaman dari hewan liar seperti buaya di sekitar lokasi.

Meski demikian, operasi berjalan lancar berkat koordinasi yang solid antarinstansi dan dukungan masyarakat. Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat atas kerja keras dan dedikasi dalam proses pencarian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya nelayan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Sumber: Basarnas Balikpapan

Tinggalkan Komentar