Hari Pertama Sekolah, ASN Balikpapan Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memberikan dispensasi bagi aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. ASN, khususnya para ayah, diperbolehkan datang terlambat ke kantor setelah mengantar anak mereka ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan untuk mendorong keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sejak hari pertama sekolah. Gerakan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah agar menyampaikan imbauan kepada orang tua, khususnya para ayah, untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
“Pada hari pertama belajar sekarang ada tambahan, yaitu Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Kami mengimbau seluruh orang tua siswa agar pada hari pertama masuk sekolah, ayah yang mengantarkan anaknya,” ujar Irfan, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, imbauan tersebut telah diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan yang diteruskan kepada seluruh kepala sekolah untuk disosialisasikan kepada para orang tua siswa.
“Edaran dari Pak Wali sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah untuk diteruskan kepada orang tua, sehingga ayah dapat mengantar anaknya ke sekolah,” katanya.
Menurut Irfan, Wali Kota Balikpapan juga memberikan dispensasi khusus bagi ASN yang mengikuti gerakan tersebut. Para ASN laki-laki tidak akan dikenai sanksi apabila datang terlambat karena mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru.
“Khusus untuk ASN, Pak Wali memberikan pelonggaran. Bapak-bapak boleh mengantar anak ke sekolah dan diperbolehkan terlambat masuk kantor,” ujarnya.
Irfan menuturkan, kehadiran ayah pada momen pertama anak memasuki lingkungan sekolah diyakini memiliki dampak positif terhadap kondisi psikologis anak. Selain memberikan rasa aman dan percaya diri, keterlibatan ayah juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan anak sejak dini.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, Pemkot Balikpapan berharap peran ayah tidak hanya hadir pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari budaya pengasuhan yang lebih aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara keluarga dan sekolah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan anak. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
