IKN Dorong Greater Nusantara, Manfaat Ekonomi Kian Meluas

IKN Nusantara
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN bersama akademisi internasional memaparkan konsep Greater Nusantara sebagai strategi memperluas manfaat ekonomi pembangunan IKN ke wilayah sekitar.

 

Gerbangkaltim.com, Nusantara – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi dipandang hanya sebagai proyek pemindahan pusat pemerintahan negara. Seiring berjalannya pembangunan, kawasan ini mulai menunjukkan dampak ekonomi yang meluas ke berbagai daerah di Kalimantan Timur. Untuk memastikan manfaat tersebut terus berkembang secara merata, Otorita IKN kini mendorong penguatan konsep Greater Nusantara sebagai model kolaborasi kawasan metropolitan yang terintegrasi.

Gagasan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN yang mengangkat tema pengembangan kawasan metropolitan melalui kerja sama antardaerah. Forum tersebut menghadirkan akademisi dari Jepang dan membahas berbagai praktik internasional terkait pembangunan wilayah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti pentingnya kolaborasi antarwilayah agar manfaat pembangunan Nusantara tidak hanya terpusat di kawasan inti ibu kota, tetapi juga dirasakan oleh kota dan kabupaten di sekitarnya.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menjelaskan bahwa pembangunan Nusantara membutuhkan dukungan wilayah sekitar yang saling terhubung dan memiliki peran yang jelas dalam sistem ekonomi regional.

Menurutnya, konsep Greater Nusantara lahir dari kebutuhan untuk memperkuat sinergi antara IKN dengan Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Karena itu pembangunan Nusantara harus dilakukan bersama wilayah sekitarnya,” ujar Pungky.

Konsep ini merupakan pengembangan dari Tri-City Development Plan (TCDP) yang sebelumnya berfokus pada tiga kota. Seiring meningkatnya kompleksitas pembangunan, cakupan kerja sama diperluas agar mampu menjawab kebutuhan kawasan yang semakin berkembang.

Dalam konsep Greater Nusantara, setiap daerah memiliki fungsi strategis yang saling melengkapi. Balikpapan diproyeksikan sebagai gerbang investasi dan pusat layanan utama. Samarinda berperan sebagai pusat ekonomi dan jasa. Sementara Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menjadi kawasan pendukung yang menyediakan tenaga kerja, permukiman, logistik, kawasan industri, hingga rantai pasok regional.

Kajian Dampak Ekonomi yang dilakukan melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP) menunjukkan pembangunan IKN telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 19,9 persen dan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0,45 persen dibandingkan kondisi sebelum pembangunan IKN dimulai.

Sementara itu, manfaat ekonomi juga dirasakan Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara melalui peningkatan aktivitas investasi, perdagangan, jasa, dan sektor pendukung lainnya yang berkembang seiring percepatan pembangunan Nusantara.

Dalam forum tersebut, para akademisi juga membagikan pengalaman berbagai negara dalam membangun kawasan metropolitan. Model Nara di Jepang menjadi salah satu contoh kerja sama antardaerah yang fleksibel dan berbasis kebutuhan, memungkinkan setiap wilayah berkolaborasi tanpa harus membentuk lembaga baru yang rumit.

Selain itu, pengalaman Emilia-Romagna di Italia menunjukkan bagaimana kolaborasi regional mampu memperkuat daya saing ekonomi dengan menghubungkan inovasi lokal dan kebutuhan pasar global.

Profesor Toyo University, Prof. Norihisa Shima, menilai keberhasilan IKN akan semakin besar apabila setiap daerah di sekitarnya memiliki fungsi yang jelas dan saling terintegrasi dalam satu ekosistem pembangunan.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar. Karena itu kolaborasi regional sangat penting agar setiap wilayah dapat berkembang sesuai perannya masing-masing,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. Fumihiko Seta dari The University of Tokyo mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara dan menilai pengelolaan kawasan metropolitan akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Melalui konsep Greater Nusantara, Otorita IKN berharap pembangunan ibu kota baru tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan modern, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi seluruh kawasan Kalimantan Timur.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar